Suara.com - Kanker paru-paru menjadi salah satu penyakit mematikan yang banyak diderita masyarakat Indonesia. Gejala kanker paru-paru bervariasi tergantung pada apakah penyakit ini pada tahap awal atau akhir.
Pada kanker paru stadium awal (stadium 1 dan tahap 2), tumor kanker biasanya tidak lebih dari 2 inci dan belum menyebar ke kelenjar getah bening Anda. Gejala kecil, seperti batuk, atau sesak napas, dapat muncul selama waktu ini.
Tapi, hal yang banyak tidak disadari bahwa gejala kanker paru-paru bisa dikenali dengan perubahan suara. Dilansir dari Healthline, pita suara menghasilkan suara dengan membuka dan menutup, menyebabkan getaran.
Ketika kanker paru-paru melibatkan saraf laring, itu dapat memengaruhi pita suara dan dapat menyebabkan perubahan atau suara serak pada suara .
Suara serak adalah gejala umum dari banyak kondisi, paling umum laringitis. Jika suara serak Anda bertahan selama dua minggu atau lebih, temui dokter Anda.
Selain itu, batuk yang intens, persisten, atau memburuk secara konsisten dapat mengindikasikan kanker paru-paru. Ini adalah gejala umum dari banyak kondisi lain juga. Temui dokter segera jika Anda batuk darah atau lendir dan dahak berdarah.
Kemudian, tumor besar atau penyebaran kanker paru-paru dapat menyebabkan penyumbatan di saluran udara utama serta penumpukan cairan di sekitar paru-paru. Penumpukan ini disebut efusi pleura.
Efusi pleura dapat menyebabkan sesak napas dan nyeri dada, gejala umum kanker paru-paru. Jika sesak napas yang Anda alami baru atau konstan, atau mengganggu kehidupan sehari-hari Anda, kunjungi dokter Anda.
Dengan kanker paru-paru, tubuh Anda bekerja lembur untuk mencoba melawan serangan kanker. Ini dapat menguras energi Anda, membuat Anda merasa lelah dan lesu.
Baca Juga: Kenali Kanker Pankreas, Bisa Ditandai Perubahan Warna Kencing dan Tinja
Kelelahan bisa menjadi lebih jelas ketika kanker paru-paru berkembang. Jika kelelahan mulai mengganggu hidup Anda, hubungi dokter Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini