Suara.com - Ibu hamil yang mengalami sakit pinggang disebut-sebut bakal sulit melahirkan secara normal. Benarkah demikian?
Dikatakan pakar, sakit pinggang yang harus diperhatikan ibu hamil adalah sakit pinggang di bagian bawah.
"Kalau nyeri pinggang bawahnya, tepatnya bukan kesulitan (melahirkan). Kalau mendapatkan keluhan low back pain sebelum hamil sebaiknya diperiksakan low back pain itu," ujar Dokter Spesialis Bedah Ortopedi RS Pondok Indah Puri Indah dr. Muki Partono, Sp.OT dalam acara Webinar, Jumat (17/7/2020).
Dr. Muki memperingatkan yang berbahaya setelah hamil lalu didapatkan sang ibu malah mengalami sakit pinggang karena saraf terjepit atau hernia nukleus pulposus (HNP), maka ia disarankan tidak melahirkan secara normal, melainkan harus dioperasi caesar.
"Karena apa, tapi kalau sudah terlanjur hamil lalu punya low back pain juga, kita bisa lakukan prosedur invasif buat bayinya. Kalau ibu ternyata kelainan low back pain akibat saraf kejepit, kita anjurkan untuk tidak melakukan kelahiran secara normal, tapi harus caesar," paparnya.
Saat operasipun kata dr. Muki, perlu ada penanganan khusus saat dokter melakukan pembiusan agar tidak mengancam kinerja saraf ibu.
"Bila perlu tahu level 45, kira anjurkan dokter anastesinya untuk lakukan lock satu level di atasnya atau satu level di bawahnya, sehingga aman," jelasnya.
Namun apabila sakit pinggang yang dialami ibu hamil bukanlah karena saraf terjepit, maka ibu hamil tersebut bisa tetap melakukan secara normal.
"Kalau penyebabnya bukan karena HNP, ibu bisa lahirkan secara normal, tapi kalau karena HNP saya rasa sebaiknya dilakukan dengan cara lain, karena akan lebih memperburuk kondisi HNP-nya," tutup dr. Muki.
Berita Terkait
-
Kimberly Ryder Soroti Biaya Mahal RS, Ungkap Alasan Melahirkan di Bidan
-
Hesti Purwadinata Semprot Pria yang Atur Cara Melahirkan Calon Istri
-
Kenapa Indonesia Butuh Susu Ibu Hamil, tapi Negara Lain Tidak?
-
5 Risiko Melahirkan di Usia 40-an seperti Annisa Pohan, Ada Tantangan Fisik dan Mental
-
Mandi Makin Nyaman: 5 Rekomendasi Body Wash Aman untuk Bumil
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak