Suara.com - Setelah empat bulan sejak ditemukannya kasus pertanya, orang yang terinfeksi virus corona atau Covid-19 di Indonesia hinggga 23 Juli 2020 tercatat mencapai lebih dari 93 ribu kasus. Meski jumlah kasus tersebut relatif tinggi, ternyata jumlahnya masih kalah tertinggal dibanding kasus tuberkulosis (TB) di Indonesia yang dalam setahun mencapai 845 ribu kasus per tahun.
"Kalau lihat situasi TB itu lebih ngeri dibandingkan dengan Covid-19. Kalau estimasi kita punya angka TB setiap tahun 845 ribu kasus. Kalau Covid-19 itu kalau Covid-19 kan 90 ribu kasus dalam 4 bulan," ujar dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes RI, LIVE IG Kemenkes, Kamis (23/7/2020).
Di antara total kasus TB itu Wiendra menjabarkan 4 persen merupakan kasus TB pada anak. Bahkan korban jiwa kasus TB anak mencapai 1 persen dari total kasus.
"Ini yang perlu sama-sama kita melihat angka kematian anak, maupun jumlah kasus TB sangat tinggi, kita nomor 3 terbanyak di dunia," jelas Wiendra.
Di sisi lain, saat ini Indonesia sedang fokus pada Covid-19, tapi bersamaan kasus TB juga terus bertambah. Kini, menurut Wiendra ada triple garden permasalahan TB di Indonesia, selain berbarengan dengan penyakit menular baru Covid-19, ditambah dengan koinfeksi.
Koinfeksi yaitu efek simultan pada pasien yang terinfeksi virus dan bakteri, atau bakteri dengan bakteri, maupun virus dengan virus secara bersama.
Seperti orang yang terinfeksi Covid-19 dan TB bersamaan, HIV bersamaan dengan TB, Hepatitis dengan HIV, dan sebagainya.
"Jadi kita bukan hanya emerging disease (Covid-19) dan reemerging disease (TB) aja, tapi sudah triple garden. Kalau ada koinfeksi lainnya, TB ini sudah tripel garden," paparnya.
Sedangkan Kemenkes sudah menemukan pasien Covid-19 yang juga terinfeksi TB, meskipun angkanya tidak terlampau besar. Dibanding TB risiko kematian terbanyak Covid-19 disebabkan hipertensi, diabetes, pernapasan kronis, hingga kardiovaskular atau penyakit jantung.
Baca Juga: Cegah Badai Sitokin, Pasien Covid-19 Wajib Cukupi Kebutuhan Vitamin D
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?