Suara.com - Semakin banyak uang, maka lebih banyak pula masalah yang dihadapi. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa pendapatan yang lebih tinggi berkorelasi dengan obesitas dan tekanan darah yang lebih tinggi.
Pria Jepang yang menghasilkan Rp1,3 miliar per tahun memiliki risiko dua kali lipat mengalami tekanan darah tinggi dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang berpenghasilan lebih rendah, para peneliti baru-baru ini melaporkan.
Mereka juga memiliki tingkat obesitas yang lebih tinggi dan memiliki kebiasaan minum yang lebih berat. Demikian seperti dilansir dari New York Post.
“[Pria], tetapi bukan perempuan, dengan pendapatan rumah tangga yang lebih tinggi lebih cenderung mengalami obesitas dan minum alkohol setiap hari. Kedua perilaku adalah faktor risiko utama untuk hipertensi, ”kata penulis studi Dr. Shingo Yanagiya dari Fakultas Kedokteran Universitas Hokkaido dalam siaran pers untuk penelitian tersebut.
Penelitian itu dipresentasikan bulan ini di sebuah konferensi untuk Japanese Circulation Society.
"Pria dengan pekerjaan siang hari dengan bayaran tinggi memiliki risiko tekanan darah tinggi. Ini berlaku untuk pria dari segala usia, yang dapat sangat mengurangi kemungkinan serangan jantung atau stroke dengan meningkatkan perilaku kesehatan mereka."
Untuk mencapai temuan ini, Yanagiya dan timnya melacak pendapatan dan tekanan darah 4.314 pekerja Jepang - 3.153 pria dan 1.161 perempuan - dengan pekerjaan siang hari selama periode dua tahun.
"Beberapa survei Jepang sebelumnya telah melaporkan bahwa pendapatan rumah tangga yang lebih tinggi dikaitkan dengan gaya hidup yang lebih tidak diinginkan pada pria, tetapi tidak pada wanita," kata Yanagiya. "Penelitian kami mendukung ini."
Yanagiya terinspirasi untuk meneliti topik ini sebagian karena, sebagai dokter, ia telah melihat hipertensi pada pasien secara langsung, dan tahu bahwa tingkat tekanan darah tinggi di Jepang sedang meningkat.
Baca Juga: Sering Diabaikan, Waspada Gejala Tekanan Darah Tinggi pada Hidung!
Memiliki tekanan darah tinggi secara signifikan merupakan hasil dari membuat pilihan kesehatan yang buruk ketika datang ke makan dan kebugaran, yang berarti bahwa individu memiliki banyak kendali pribadi untuk mencegah atau memerangi masalah setelah itu berkembang.
"Tekanan darah tinggi adalah penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup," katanya. “Pria dengan pendapatan lebih tinggi perlu meningkatkan gaya hidup mereka untuk mencegah tekanan darah tinggi. . . Langkah-langkahnya termasuk makan dengan sehat, berolahraga dan mengendalikan berat badan. Alkohol harus dijaga sampai tingkat sedang dan pesta minuman keras dihindari. ”
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak