Suara.com - Daging kurban yang berlimpah saat Idul Adha membuat sebagian lupa dengan menyantapnya begitu lahap. Lantaran hal tersebut, beberapa kadang mengeluhkan rasa nyeri di sejumlah bagian tubuhnya.
Kondisi ini tentunya menjadi pertanyaan. Benarkah ada hubungan antara memakan daging merah dan rasa nyeri? Lantas apa yang menyebabkan nyeri tersebut?
Dilansir dari Live Strong, jika nyeri sendi muncul tak lama setelah makan daging merah, Anda mungkin menderita radang sendi yang disebut gout. Setelah makan makanan yang mengandung purin, tubuh menghasilkan produk limbah yang disebut asam urat.
Gout terjadi ketika kadar asam urat menjadi berlebihan dan membentuk kristal yang berkumpul dalam satu sendi. Daging mengandung lebih banyak purin daripada makanan lainnya.
Meskipun faktor diet bukan penyebab utama gout bagi kebanyakan orang, menurut Johns Hopkins Medicine, atau JHM, makanan kaya purin, termasuk daging, dapat memicu atau memperburuk gejala Anda.
Memiliki kecenderungan genetik untuk gout meningkatkan risiko Anda secara signifikan. Gejala gout sering muncul tiba-tiba, dalam episode yang dikenal sebagai serangan gout. Mereka dapat mempengaruhi berbagai sendi, tetapi sendi di jempol kaki Anda adalah yang paling umum.
Daging mengandung asam lemak omega-6, yang dapat meningkatkan peradangan, terutama ketika Anda mengonsumsi terlalu sedikit asam lemak omega-3, yang lazim pada ikan air dingin, biji rami dan kacang walnut, menurut Arthritis Today.
Semakin banyak daging yang Anda konsumsi, semakin sedikit ruang yang Anda miliki dalam diet Anda untuk makanan yang bermanfaat dan semakin besar risiko Anda untuk peradangan sendi, rasa sakit dan kekakuan.
Gejala asam urat juga dapat terbentuk secara bertahap karena asupan makanan kaya purin Anda meningkat. Jika persendian Anda terluka, ada kemungkinan bahwa makan makanan radang, seperti daging berlemak, akan memperburuk gejala Anda atau memperlambat proses penyembuhan.
Baca Juga: Dapat Hantaran Kurban, Bolehkah Daging Kambing dan Sapi Masak Dicampur?
Lemak tidak sehat dalam daging umumnya dianggap lebih bermasalah daripada daging itu sendiri ketika datang ke nyeri sendi. Jika makanan Anda atau keseluruhan diet mengandung sumber lemak tidak sehat lainnya, mereka mungkin juga berkontribusi terhadap gejala Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir
-
Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses
-
Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat
-
World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu
-
2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit