Suara.com - Setiap wanita pasti akan mengalami masa menopause setelah 12 bulan tidak mengalami menstruasi. Pada masa menopause ini, seseorang pasti mengalami banyak perubahan dalam tubuh.
Rata-rata, seseorang mengalami menopause pada usia 40-an hingga 50-an tahun. Selama berbulan-bulan jelang menopause, kondisi ini biasanya disebut sebagai perimenopause.
Gejalanya meliputi menstruasi yang tidak teratur, kekeringan pada vagina, hot flash, menggigil, keringat malam, masalah tidur, perubahan suasana hati dan kenaikan berat badan.
Selain itu dilansir dari Express, Anda mungkin menyadari metabolisme tubuh melambat dengan rambut yang menipis dan kulit lebih kering. Payudara Anda mungkin juga tidak terlalu penuh.
Gejala menopause itu bisa berbeda-beda setiap wanita. Tapi, indikator utamanya adalah perubahan menstruasi. Satu bulan atau beberapa bulan sebelum menopause, seseorang biasanya tidak mengalami menstruasi.
Perubahan ini terjadi ketika ovarium mulai membuat sedikit hormon estrogen dan progesteron. Seiring waktu, ovarium akan berhenti memproduksi telur dan tidak akan mengalami menstruasi lagi.
Sinar matahari tertentu bisa memberikan manfaat pada wanita yang menopause, seperti vitamin D. Karena, tubuh akan kesulitan mendapatkan vitamin D hanya dengan diet makanan.
Meskipun tubuh membuat vitamin D dari sinar matahari secara alami, tapi Anda bisa mendapatkannya selama berbulan-bulan musim panas. Karena itu, Anda bisa menambahkannya dengan mengonsumsi vitamin D.
Setelah menopause, risiko osteoporosis atau tulang rapuh dan lemah akan meningkat. Setelah beberapa tahun pertama menopause, wanita mungkin akan kehilangan kepadatan tulang sangat cepat.
Baca Juga: Pemerintah: Jangan Tanya Kapan Pandemi Virus Corona Akan Berakhir
Kondisi ini membuat seseorang berisiko mengalami patah tulang, terutama di tulang belakang, pinggul dan pergelangan tangan.
Jika Anda ingin menghindari perkembangan ini, Anda bisa membantu mengambil suplemen kalsium. Karena, semua tulang membutuhkan banyak kalsium dan vitamin D agar tetap sehat.
Kalsium bisa Anda temukan dalam sayuran hijau berdaun, produk kedelai, keju, yogurt dan susu. Adapun dosis kalsium harian yang disarankan untuk wanita sebanyak 700mg.
Jika Anda mengalami perubahan, pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen agar meningkatkan kesehatan Anda.
Pastikan Anda olahraga teratur dan mengonsumsi makanan sehat ketika kadar estrogen menurun. Setelah menopause, Anda juga lebih berisiko menderita penyakit jantung.
Sehingga Anda perlu menjaga tekanan darah dalam kisaran ideal dan mengurangi kadar kolesterol. Anda juga bisa konsultasi dengan dokter untuk menghindari kondisi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan