Suara.com - Sebuah video pembuatan bakso jumbo viral di media sosial. Hal itu terjadi lantaran si penjual membuat bakso dengan cara mencetaknya di mangkok plastik untuk kemudian direbus langsung bersama mangkok ke dalam air panas.
Melihat itu, warganet merasa geram dan berpendapat bahwa hal itu berbahaya bagi kesehatan konsumen. Lalu, bagaimana tanggapan pakar plastik?
Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran Institute Teknologi Bandung (LPTM ITB), Ir. Akhmad Zainal Abidin, M.Sc.,Ph.D menilai metode ini tidak menjadi masalah asal si abang bakso menggunakan mangkok plastik berkualitas food grade.
Label food grade sendiri berarti plastik yang digunakan aman digunakan untuk makanan dan telah melewati uji kualitas dan keamanan di Badan POM.
"Jadi kalau sampai ke tukang bakso harusnya aman, karena senyawa berbahayanya itu sudah dihilangkan sebelum sampai ke tukang bakso, itu masuk kategori food grade," ujar Zainal saat dihubungi Suara.com, Jumat (7/8/2020).
Produk plastik food grade sudah mengalami pembersihan sisa-sisa zat pembuatan plastik berbahaya seperti monomer sebelum akhirnya diedarkan di pasaran.
Sedangkan monomer, kata Zainal adalah reaksi kimia saat proses pembuatan plastik, atau zat plastik yang belum sempurna terbentuk dan tersisa lalu menempel di plastik.
"Food grade yang berbahaya monomernya, yang memang bisa larut dalam air apalagi air panas," jelas dia.
Apabila monomer masuk ke tubuh dan menumpuk terus-menerus dalam waktu yang lama, maka akan berpotensi merusak organ tubuh seperti hati, ginjal, hingga menyebabkan kanker.
Baca Juga: Pedagang Bakso Mangkal di Puncak Gunung Cikuray, Pendaki Berebut
Sedangkan kategori mangkok plastik yang biasa dipergunakan masyarakat biasanya masuk golongan thermoset plastic atau kategori plastik yang memiliki titik leleh tinggi. Plastik jenis ini biasanya tidak akan meleleh saat dipanaskan.
Sebaliknya dengan thermo plastic, plastik jenis ini biasanya memiliki titik leleh rendah alias mudah meleleh saat dipanaskan, hingga menyebabkan plastik menciut.
"Kalau thermo plastic itu punya titik leleh, kalau thermoset tidak bisa meleleh, justru kalau kena panas dia tidak akan meleleh, kalau panasnya berlebihan malah gosong," tutup dia.
Sayang, dalam video itu tidak bisa dikonfirmasi jenis mangkok plastik seperti apa yang digunakan oleh si abang bakso.
Pertanyaanya sekarang, apakah kamu masih bersedia mengonsumsi bakso yang dimasak langsung bersama mangkoknya?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya