Suara.com - Hubungan seksual tak hanya soal kenikmatan belaka, sebab kegiatan ini juga memicu cedera tertentu. Hal ini bisa disebabkan karena masalah genital atau kegiatan yang Anda dan pasangan lakukan.
Melansir dari Insider, berikut adalah beberapa cedera paling umum yang diakibatkan oleh hubungan seksual, antara lain:
Robek pada Vagina
Lubang vagina yang disebut posterior fourchette adalah area yang rentan mengalami kerobekan. Hal ini bisa menimbulkan rasa sakit dan bisa berdarah, bahkan menimbulkan potensi masalah kronis.
"Siklus penyembuhan robek kronis menyebabkan granuloma fissuratum vulva yang membutuhkan terapi bedah," kata Dr. Michael Ingber yang memiliki sertifikasi dewan dalam bidang urologi dan kedokteran panggul wanita dan bedah rekonstruktif.
Untuk mengurangi potensi robekan, perlu memastikan pelumasan sebelum melakukan hubungan sosial. Ini akan mengurangi gesekan dan mengurangi risiko robekan.
Dasar Panggul Tegang
Dasar panggul memberikan dukungan untuk organ-organ panggul lain. Ketika dasar panggul tegang berulang saat berhubungan seks maka bisa berdampak negatif pada organ dalam. Solusinya adalah dengan pelumasan cukup dan relaksasi tekanan pada otot.
Fraktur penis
Baca Juga: Bayam hingga Cokelat, ini 5 Makanan untuk Tingkatkan Performa Seks
Fraktur penis atau penis patah merupakan cedera yang timbul saat penis sedang ereksi. “Biasanya, terdengar bunyi letupan dan penis bisa membengkak serta memar hingga terlihat seperti terong,” kata Ingber.
"Hal ini tentu saja menyebabkan rasa sakit yang luar biasa bagi pemilik penis, tetapi juga menyakitkan bagi pasangannya, ini bisa menyebabkan penis patah," tambahnya.
Hal ini bisa terjadi pada hubungan seksual yang kasar, sehingga untuk menghindarinya Anda perlu mengurangi intensitasnya. Jika Anda merasa penis mengenai bagian tubuh yang tidak seharusnya, segera ganti posisi untuk menghindari cedera.
Otot Ketarik
Seks adalah aktivitas membakar kalori dan sangat mungkin memicu otot ketarik. Biasanya ini terjadi di bagian punggung. Untuk mencegahnya, Anda bisa melakukan pemanasan terlebih dahulu.
"Sebelum mengubah tubuh Anda menjadi pose seksual yang berbeda, terkadang Anda perlu meregangkan tubuh terlebih dahulu," catat Caitlin Hoff, seorang penyelidik kesehatan dan keselamatan di ConsumerSafety.org.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar