Suara.com - Amerika Serikat masih mengalami dampak terburuk dari pandemi COVID-19 yang menyerang dunia. Data pemerintah melaporkan, kenaikan kasus baru dan kematian terus terjadi setiap hari.
Dilansir ANTARA, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada Rabu (12/8) kembali melaporkan data terkini mengenai COVID-19, dengan total 5.119.711 kasus dan 163.651 kematian.
Terjadi penambahan 55.540 kasus dan 1.244 kematian akibat penyakit pernapasan tersebut.
CDC melaporkan statistik terbaru kasus COVID-19 pada 11 Agustus pukul 16.00 Waktu Timur AS dibanding sehari sebelumnya.
Angka CDC tentunya tidak mewakili jumlah kasus yang dilaporkan oleh setiap negara bagian.
Hingga kini Amerika menempati posisi puncak dalam jumlah kasus infeksi dan korban meninggal akibat virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China tengah, itu.
Presiden AS Donald Trump mengambinghitamkan China dalam menyikapi pandemi yang menelan banyak nyawa di negerinya itu.
Menurut Trump, jika China dapat mencegah penularan lebih dini dari yang dilakukannya selama ini, virus itu tak akan menyebar dan menginfeksi serta menewaskan banyak korban di seluruh dunia.
Di tengah merebaknya COVID-19 itu, Trump juga menyalahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dinilai tak profesional dalam upaya mengendalikan wabah dan WHO dianggapnya berpihak ke China dan kurang tegas terhadap negeri tirai bambu itu.
Baca Juga: China Laporkan 19 Kasus Baru Virus Corona Covid-19
Reaksi Trump terhadap sikap WHO itu juga diekspresikan dengan mengambil keputusan AS keluar dari keanggotaan WHO, sebuah keputusan yang dinilai tidak bertanggung jawab oleh banyak pemimpin negara di dunia. AS termasuk penyumbang dana terbesar bagi pembiayaan operasional WHO.
Berita Terkait
-
TB Hasanuddin Ingatkan Pemerintah Patuhi UU PDP dalam Kesepakatan Dagang RI-AS
-
FIFA Mau Tambah Jadi 48 Tim, Tapi Uang Hadiah Piala Dunia Antarklub Rp3,6 T Belum Dibayar
-
Pemerintah: Tarif Trump ke Produk RI Masih Berpeluang Direvisi
-
MUI: Kalau Barang Amerika Masuk Tanpa Label Halal Jangan Dibeli!
-
Sengkarut Tarif Impor AS, RI Diminta Tarik Rem Darurat Soal Perjanjian Dagang
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi