Suara.com - Air Susu Ibu memang telah terbukti memiliki banyak manfaat bagi sang buah hati. Tapi belakangan beredar bahwa ASI juga mampu untuk membangun otot dan melawan kanker.
Tren itu yang kini tengah terjadi di sejumlah kalangan pria. Dilansir dari New York Post, tren itu menyebar terutama karena film dokumenter Netflix “(Un) well.”
“Jika saya ingin tumbuh dan menjadi yang terbaik yang saya bisa, saya akan makan seperti bayi,” kata Jameson “JJ” Ritenour dari Carolina Selatan, binaragawan amatir di Episode 3 yang memperoleh ASI melalui donor di Facebook.
Klaim Ritenour di acara itu bahwa suplemen yang tidak biasa telah membantunya menghilangkan lemak tubuh sambil tetap berotot.
“Menurut saya vitamin dari ASI sangat membantunya,” kata pelatih Ritenour dalam episode tersebut. Pelatih mengklaim telah mengukur kemajuannya sebelum dan sesudah mengonsumsi penambah performa khasnya itu.
Berbicara tentang tren, ahli gizi olahraga Brian St. Pierre mengatakan kepada Men's Health Magazine, "Menurut saya ide di balik minum ASI untuk pertumbuhan otot adalah bahwa ASI sangat padat kalori dan nutrisinya, serta memiliki beberapa zat tambahan yang sehat."
Dia menambahkan, "ASI dirancang untuk menumbuhkan bayi manusia dengan cepat, jadi mungkin orang berpikir efek serupa akan terjadi pada manusia dewasa?"
Namun, sejauh ini, bukti manfaat membangung otot dengan ASI masih bersifat anekdot. Meskipun ASI terbukti penting untuk perkembangan bayi, ini "tidak terlalu berharga bagi para atlet", menurut Bruce German, profesor makanan dan kimia di University of California, Davis.
Dia menambahkan bahwa komposisi nutrisi zat itu buruk, juga dengan protein rendah, lemak jenuh tinggi dan banyak laktosa yang tidak dapat dicerna.
Baca Juga: Ibu, Begini Posisi Menyusui yang Benar
“ASI umumnya tidak diatur - jika perempuan tersebut memiliki pola makan yang buruk, kualitas ASInya akan buruk,” kata Marc Halpern, ahli diet dari Salt Lake City. Dan penyakit seperti HIV dapat ditularkan melalui ASI.
Memang, sebuah studi yang dilakukan oleh Rumah Sakit Anak Nationwide mengungkapkan bahwa dari 101 sampel ASI yang dibeli secara online, 75 persen mengandung patogen berbahaya sementara 10 persen di antaranya sengaja dicampur dengan susu sapi atau susu formula bayi.
Meskipun demikian, pria berotot bukan satu-satunya pendukung ASI orang dewasa. Howard Cohen, penyintas kanker prostat yang ditampilkan dalam episode tersebut, dilaporkan telah mengonsumsi bahan itu selama sekitar dua dekade sejak dia membaca artikel tahun 1999 yang mengklaim bahan ASI yang disebut HAMLET (alfa-laktalbumin manusia yang mematikan sel tumor) menghancurkan sel kanker. .
Cohen mengklaim ASI menyebabkan kadar penanda risiko kanker prostat, menurut dan penyakit itu tidak dapat dilacak sejak saat itu.
Dia "benar-benar meyakinkan saya bahwa ada sesuatu di sana," kata Pauline Sakamoto, direktur eksekutif Mothers ’Milk Bank di San Jose, California, tempat Cohen mendapatkan ASI itu.
Sementara itu, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa meminum HAMLET telah memungkinkan penderita kanker kandung kemih mengeluarkan sel kanker mati dengan buang air kecil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance