Suara.com - Vagina kendur menjadi salah satu 'masalah sensitif' yang dialami perempuan paska melahirkan. Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya?
Menurut spesialis kandungan dr. Fernandi Moegni, SpOG (K), sampai saat ini, latihan kegel masih dianggap tindakan paling efektif untuk mengatasi masalah vagina kendur. Senam kegel sendiri merupakan latihan paling umum yang biasa dilakukan sebagai terapi pengencangan otot vagina.
"Paling umum latihan mengontraksikan otot bawah atau latihan kegel exercise, sampai sekarang masih efektif. Biasanya para fisioterapi sanggup mengajarkan dengan tepat supaya kita tidak salah dalam mengerutkan otot vagina," kata Fernandi dalam siaran langsung Instagram, Minggu (23/8/2020).
Ia mengingatkan, latihan kegel untuk mengencangkan kembali otot bawah membutuhkan komitmen yang panjang dan harus dilakukan rutin agar membuahkan hasil. Menurutnya, waktu lama waktu latihan paling tidak dilakukan selama tiga bulan.
"Latihannya cukup simpel karena bisa dilakukan kapan saja, di mana saja. Kalau kita sudah tahu apa yang dikontraksikan sudah benar, bisa sambil baca majalah, nonton tv, hanya saja dilakukan konsisten cukup tinggi," ujarnya.
Ia menambahkan, otot vagina dikatakan kendur jika lebarnya telah melebihi 20 sentimeter kuadrat. Hal itu hanya bisa diketahui dengan melakukan pemeriksaan di dokter.
Tetapi untuk memastikan apakah latihan kegel telah berjalan efektif, Fernandi membagikan cara paling sederhana untuk mengetahuinya.
"Kalau paling simpel bisa dilakukan sendiri. tapi harus cukup berani. Setelah cuci tangan, coba dimasukan sedikit jari ke vagina ibu. Lalu coba cengkeram vagina, kalau ibu merasa terjepit artinya sudah benar. Itu paling mudah dan sederhana," katanya.
Fernandi menjelaskan bahwa penyebab utama otot vagina mengendur saat melahirkan normal akibat bobot bayi dan lingkat kepalanya. Sementara lama waktu persalinan tidak akan terlalu memengaruhi hal tersebut.
Baca Juga: Alih Profesi, Eks Kiper Barcelona Ini Jadi Instruktur Senam
"Jadi kalau pun memang lahir mau satu harian atau cepat, tapi kalau bayinya kecil biasanya tidak pengaruh banyak," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan