Suara.com - Berada di rumah selama pembatasan sosial kala pandemi Covid-19 ternyata punya manfaat yang baik bagi organ intim perempuan. Selama di rumah, tentunya jarang perempuan mengenakan pakaian yang ketat dan sintetis.
Hal itu seperti diketahui akan membatasi aliran dan sirkulasi udara di sekitar selangkangan, memerangkap panas dan kelembapan di daerah vagina Anda. Ini menciptakan lingkungan yang ideal untuk infeksi bakteri.
Sekarang, karena Anda telah mengenakan pakaian longgar selama ini, kemungkinan besar kesehatan vagina Anda meningkat. Tidak percaya kami? Berikut ini rangkumannya seperti dilansir dari Healthshots.
Peluang Anda terkena sariawan vagina sangat rendah
Sariawan vagina adalah infeksi jamur umum yang dihadapi hampir semua perempuan di beberapa titik atau lainnya. Tanda-tanda seperti gatal, radang dan nyeri di bawah sana, sensasi perih saat buang air kecil, dan / atau mengalami nyeri saat berhubungan seks adalah tanda-tanda infeksi ini.
Kebetulan perempuan yang selalu memakai celana ketat seperti skinny jeans, lebih rentan terhadap masalah vagina ini.
Pakaian ini membuat berkeringat di area selangkangan yang pada gilirannya menciptakan lingkungan yang memungkinkan sariawan berkembang.
Terlindung dari infeksi saluran kemih
Mengenakan jeans secara teratur dapat menyebabkan bakteri tidak hanya menumpuk di sana tetapi juga bakteri masuk ke uretra, yang menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK) seperti sistitis.
Apa yang terjadi saat Anda terkena ISK? Ini dimulai dengan Anda merasa perlu buang air kecil lebih sering. ISK juga menyebabkan rasa sakit dan rasa terbakar saat buang air kecil dan perasaan tidak nyaman di sekitar kandung kemih juga berlanjut.
Baca Juga: Vagina Kendur Pasca Melahirkan, Berbahayakah? Ini Penjelasan Dokter
Mengurangi risiko vulvodynia
Vulvodynia adalah sindrom nyeri kronis pada vulva yang dapat ditandai dengan sensasi terbakar, iritasi, menyengat, atau nyeri tajam.
Rasa sakitnya bisa sebentar-sebentar atau bisa bertahan bertahun-tahun bersama. Ini bisa dialami setelah berhubungan seks, menggunakan tampon, atau ketika tekanan diberikan pada vagina saat Anda duduk dalam waktu lama. Istirahat dari celana ketat yang memberi tekanan pada selangkangan Anda dapat membantu mengurangi risiko vulvodynia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat
-
World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu
-
2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit
-
Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua