Suara.com - Pasien kanker, termasuk anak-anak, diingatkan agar tetap rutin menjalani pengobatan di rumah sakit meski wabah Covid-19 masih ada. Hal itu untuk mencegah terjadinya perburukan kondisi tubuh atau menyebarnya sel kanker.
"Di RSCM ada beberapa kasus pasien menunda penanganan satu sampai dua bulan, jadinya memberi kesempatan sel kanker reaktif lagi," kata dr. Murti Andriastuti dari Divisi Hematologi-Onkologi Departemen Kesehatan Masyarakat RSCM, dalam webinar yang diadakan Sabtu (29/8/2020).
Menurut Murti, tak sedikit orangtua takut membawa anaknya ke rumah sakit lantaran khawatir dengan paparan virus corona. Ia menegaskan, sejumlah rumah sakit telah memberlakukan protokol kesehatan secara ketat dan membedakan pengobatan antara Covid dan non covid.
Meski begitu, Murti menyampaikan bahwa kunjungan ke rumah sakit juga harus disesuaikan waktunya.
"Harus disesuaikan waktunya untuk mengurangi waktu kunjungan ke rumah sakit. Misalnya melalui telemedicine," tambahnya.
Yang pasti, lanjutnya, pengobatan pasien kanker harus tetap dilanjutkan. Orangtua harus mendiskusikan jadwal pengobatan langsung ke rumah sakit dengan dokter.
Selain itu juga penting untuk mengetahui tanda kegawatan medis pada anak dengan kanker. Murti menyampaikan, jika anak mengalami gejala seperti demam, pucat, mual, muntah, diare, tidak sadar, pendarahan, juga kejang, harus segera dibawa ke rumah sakit.
"Apabila diperlukan pemeriksaan langsung, terapkan protokol kesehatan dengan ketat," tegasnya.
Baca Juga: Pasien Covid-19 Diobati Antibodi Penderita Kanker, 5 Hari Lepas Oksigen?
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan