Lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna daripada karbohidrat dan memiliki waktu transit gastrointestinal yang lebih rendah. Ini juga merangsang hormon rasa kenyang tertentu.
Ini menyebabkan Anda merasa kenyang lebih lama. Namun, penting untuk memprioritaskan lemak "baik" daripada lemak "buruk". Berikan preferensi pada ikan berminyak (seperti salmon dan sarden), alpukat, zaitun, kacang-kacangan, dan minyak nabati.
4. Anda tidak minum cukup air
Perasaan haus bisa disalahartikan sebagai perasaan lapar. Hidrasi memainkan peran kunci dalam meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan berpotensi mengurangi nafsu makan saat dikonsumsi sebelum makan.
Anda disarankan untuk minum satu atau dua gelas air jika Anda merasa lapar untuk mengetahui apakah Anda tidak hanya haus. Usahakan minum enam hingga delapan gelas air setiap hari.
5. Anda kurang tidur
Jika Anda terus-menerus merasa lelah dan membutuhkan camilan untuk menyegarkan Anda, kemungkinan besar Anda tidak mendapatkan penutup mata yang berkualitas.
Salah satu peran tidur adalah mengatur nafsu makan melalui aksi hormon dan neurotransmiter. Misalnya, tidur membantu mengatur hormon perangsang nafsu makan, ghrelin, serta neurotransmitter serotonin.
Kurang tidur dapat menyebabkan kadar ghrelin lebih tinggi dan serotonin lebih rendah, itulah sebabnya Anda mungkin memiliki nafsu makan lebih besar saat lelah.
Baca Juga: Tiga Resep Sayur Enak dan Bergizi untuk Makan Siang, Bikin Yuk Moms!
Tidur juga berperan dalam mengatur leptin, hormon yang mendorong perasaan kenyang. Untuk membantu mengatur nafsu makan, Anda disarankan untuk tidur setidaknya tujuh hingga delapan jam setiap malam.
6. Anda makan terlalu cepat
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan lebih cepat memiliki nafsu makan yang lebih besar dan kecenderungan untuk makan berlebihan saat makan, dibandingkan dengan mereka yang makan lebih lambat.
Alasan yang disarankan untuk ini termasuk tidak mengunyah makanan Anda secara menyeluruh dan tidak menyadari apa yang Anda makan, yang terjadi ketika makan terlalu cepat. Diperlukan waktu 20 menit untuk sinyal dari perut mencapai pusat rasa kenyang di otak.
Tip untuk membantu Anda makan lebih lambat termasuk mengunyah makanan lebih lambat, meletakkan garpu dan pisau ke bawah, dan ikut serta dalam percakapan atau menyesap air di antara suapan.
7. Anda makan saat konsentrasi Anda terganggu
Jika Anda memiliki gaya hidup yang sibuk, Anda mungkin menemukan bahwa Anda sering makan sambil teralihkan, misalnya saat mengerjakan laptop atau mengemudi.
Cara makan ini menyebabkan Anda mengonsumsi lebih banyak makanan daripada yang Anda butuhkan.
Makan sambil mengalihkan perhatian mengurangi kesadaran Anda tentang berapa banyak yang Anda konsumsi dan mencegah Anda memperhatikan isyarat lapar dan kenyang tubuh Anda.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mereka yang makan sambil berkonsentrasi merasa lebih lapar dan memiliki nafsu makan yang lebih besar daripada mereka yang makan dengan mindful.
Untuk membantu Anda menjadi lebih sadar akan sinyal kenyang tubuh Anda, cobalah makan dengan penuh kesadaran dan hindari semua gangguan saat makan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?