Suara.com - Mengajari anak untuk memakai toilet atau toilet training menjadi salah satu bekal yang harus diajarkan orangtua pada anak. Saat makin bertumbuh besar, anak harus diajarkan cara membuka celana, menggunakan alat di toilet hingga menjaga kebersihan diri.
Psikolog Vya Fiona A Mawarni, S.Psi., M.Sc mengatakan pada dasarnya anak sudah memiliki kemampuan berjongkok, melepas celana dan menggunakan air di usia lebih dari satu tahun. Selanjutnya tinggal orangtua merangkainya saat anak buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK).
"Skill toilet training mereka sudah ada berjongkok hingga melepas celana hanya tinggal kita merangkainya satu sama lain," ujar Vya dalam diskusi bersama anakku.id beberapa waktu lalu.
Psikolog yang tengah berkiprah di Abu Dhabi itu juga mengingatkan ada 3 hal yang harus dilakukan orangtua saat proses toilet training, agar anak semakin mahir.
1. Berikan bantuan bertahap
Karena anak sudah punya kemampuan jongkok, hingga berjalan di kamar mandi. Maka orangtua hindari untuk membantu seluruh proses toilet training, tapi perhatikan lebih dulu bantu hanya saat mereka kesulitan.
"Lihat saat melepas celana tapi dia masih kesulitan membuka kancing celana, dalam bantuan bertahap ini bantu secara fisik bagaimana membuka celana. Step selanjutnya lakukan mandiri lagi," tutur Vya.
Perlahan kesulitan itu orangtua bisa mengajari bagaimana cara menanganinya, sampai tidak lagi meminta bantuan.
2. Bantu dengan petunjuk
Baca Juga: Hasil Studi: Probiotik Dapat Membantu Anak Obesitas Turunkan Berat Badan
Jika anak sudah bisa membaca atau memahami gambar, orangtua bisa berikan petunjuk berupa gambar atau tulisan yang memandu mereka cara melakukan toilet training. Atau orangtua bisa memberikan panduan dari luar toilet dengan arahan suara.
"Bantuan verbal masuk kamar mandi buka celana jongkok dan seterusnya. Gambar menunjuk ke arah toilet pintu, tunjuk ke arah wastafel, cuci tangan dan modeling ini bisa melalui video, bisa melalui game," jelas Vya.
3. Berikan pujian dan hadiah
Agar anak semakin terpacu, beri penghargaan saat mereka berhasil melakukan yang sebelumnya tidak bisa dilakukan. Karena anak kerap tidak mengerti pujian bisa diberikan berupa makanan atau mainan kesukaannya.
"Ketika lakukan segera mungkin puji apa yang dia mau. Ketika dia berhasil dia ingin main mobil-mobilan, maka langsung berikan," kata Vya.
Vya menyarankan mainan atau hadiah harus eksklusif, sehingga anak merasa istimewa. Makanan atau mainan yang dihadiahi hanya bisa didapatkan saat berhasil melakukan toilet training.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui