Suara.com - Sebuah studi menunjukkan bahwa anak-anak yang sering terpapar asap rokok lebih berisiko dirawat di rumah sakit. Hal ini dinyatakan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan pada Pediatric Research.
Melansir dari Medicalxpress, studi ini membandingkan 380 anak yang sering terpapar asap rokok dengan 1.140 anak yang tidak sering tertapar. Sumber ini telah disesuaikan dengan faktor usia, kelamin, ras dan etnis.
"Kami tahu bahwa paparan asap rokok terkait dengan morbiditas substansial pada anak-anak. Selain anak-anak yang terpapar mendapatkan lebih banyak kunjungan perawatan kesehatan," catat Ashley Merianos, seorang profesor di UC School of Human Services, yang memimpin penelitian ini.
Penelitian ini menyatakan bahwa anak-anak yang sering terpapar asap rokok tembakau berisiko 24 kali lebih sering dirawat di rumah sakit karena penyakit apapun. Hal ini disebabkan seringnya paparan asap membuat anak-anak mudah mengembangkan penyakit yang lebih parah.
Anak-anak dalam kelompok yang terpapar juga hampir delapan kali lebih mungkin melakukan penyedotan dengan aspirator hidung BBG serta 15 kali lebih mungkin menerima albuterol, bronkodilator yang digunakan untuk mengobati serangan asma.
Anak-anak yang terpapar asap rokok tembakau juga 5,75 kali lebih mungkin menjalani tes laboratorium, 4,73 kali melakukan tes radiologis, serta 2,63 kali merasakan berbagai tes diagnostik infeksi.
"Status sosial ekonomi juga merupakan faktor kemungkinan seorang anak terpapar," kata Merianos.
"Hampir tiga perempat anak-anak yang termasuk dalam penelitian ini adalah penerima asuransi publik yang berpendapatan rendah," kata Merianos.
Baca Juga: Studi: Video Game Bisa Tingkatkan Kemampuan Komunikasi dan Mental Anak
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
5 HP Infinix RAM 8 GB Paling Murah, Pilihan Terbaik Mulai 1 Jutaan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
Terkini
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar