Suara.com - Jumlah kasus virus corona masih terus meningkat hingga hari ini. Per tanggal 10 September 2020, penambahan kasus virus corona di Indonesia mencapai 3.861. Angka tersebut membuat total kasus virus corona di Indonesia lebih dari 200 ribu.
Sayangnya, jumlah itu dinilai masih belum mencerminkan situasi yang sebenarnya. Salah satu pemodelan epidemiologi situasi COVID-19 di Indonesia memperkirakan jumlah keseluruhan kasus COVID-19 dapat mencapai 2,5 juta kasus jika tidak dilakukan intervensi tambahan selain deteksi kasus, investigasi kontak dan isolasi mandiri.
Dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Kamis, (10/9/2020), kurangnya jumlah tes yang dilakukan serta kesenjangan rasio tes antar wilayah juga menjadi faktor yang menghambat penanganan COVID-19 di Indonesia.
Dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak lebih dari 260 juta jiwa, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan standar jumlah tes harian yang harus dilakukan adalah 50,000.
Pemerintah saat ini tengah berupaya meningkatkan kapasitas pemeriksaan COVID-19 dengan menunjuk 49 laboratorium rujukan untuk pelaksanaan pemeriksaan RT-PCR COVID-19.
Meski demikian upaya ini masih memiliki tantangan dalam hal kapasitas untuk melakukan pengambilan sampel swab, pengiriman spesimen, dan kapasitas petugas kesehatan untuk melaksanakan pemeriksaan PCR.
Tantangan ini berdampak pada kurangnya cakupan pemeriksaan, panjangnya waktu tunggu pemeriksaan dan hasil pemeriksaan COVID-19.
Kondisi tersebut tentu akan semakin berdampak bagi wilayah yang sulit, seperti wilayah kepulauan ataupun pegunungan dengan moda transportasi yang terbatas.
Untuk memperluas akses terhadap diagnosis COVID-19, pemerintah telah melakukan pemetaan dan perencanaan untuk penggunaan mesin TCM (Tes Cepat Molekuler) yang ada di laboratorium rujukan dan rumah sakit yang saat ini dipergunakan untuk program layanan tuberkulosis (TBC).
Baca Juga: Epidemiolog Soal Kasus Covid-19 di Jakarta: Lebih Parah dari Provinsi Lain
Sekitar 1,000 mesin TCM tersebar di seluruh Indonesia, 305 diantaranya berada di laboratorium rujukan COVID-19 dan rumah sakit rujukan COVID-19.
“Penanggulangan kasus di tiap kota/kabupaten memiliki kendala yang berbeda-beda, terutama di wilayah Indonesia Timur karena wilayah kepulauan, dan kondisi pegunungan, sehingga semoga upaya dukungan transportasi spesimen dapat membantu dalam penemuan kasus COVID-19” - drh. Endang Burni Prasetyowati, M.Kes, Kasubdit Surveilans, Kementerian Kesehatan RI.
Yayasan KNCV Indonesia dengan koordinasi bersama Subdit Surveilans Kementerian Kesehatan, melakukan penguatan jejaring pengiriman spesimen COVID-19 serta pencatatan dan pelaporan melalui
Yayasan KNCV Indonesia dengan koordinasi bersama Subdit Surveilans Kementerian Kesehatan,melakukan penguatan jejaring pengiriman spesimen COVID-19 serta pencatatan dan pelaporan melalui proyek SPRINT (Sistem Pengiriman Spesimen COVID-19 di Indonesia Timur) untuk mendukung upayapemerintah dalam pengendalian COVID-19 di Indonesia.
Proyek ini akan diimplementasikan di 5wilayah provinsi dengan area kepulauan dan memiliki tantangan geografis, yaitu Nusa Tenggara Timur,Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat menggunakan aplikasi SISFO COVID.
“Kami berharap bentuk dukungan ini dapat meningkatkan akses pemeriksaan COVID 19 diIndonesia, dan khususnya di Indonesia Timur. Dan ikut memberikan sumbangsih dalampengendalian COVID 19 di Indonesia”, dr. Jhon Sugiharto, MPH, direktur Yayasan KNCVIndonesia.
“Aplikasi SISFO COVID dapat membantu dalam pengawasan pengiriman spesimen COVID 19 diwilayah Indonesia Timur, karena pengawasannya dapat dilakukan secara real time” – dr. MelindaSoemarno, Project Coordinator SPRINT, Yayasan KNCV Indonesia.
Belajar dari sejumlah kasus di negara lain yang telah berhasil menangani COVID-19, peningkatantemuan kasus menjadi kunci penting yang wajib dilakukan. Dengan semakin banyak kasus ditemukandan diberikan tatalaksana yang tepat dan cepat, maka potensi penularan akan semakin berkurang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern