Suara.com - Eksim salah satu penyakit kulit yang tidak bisa diabaikan. Selain perawatan kulit dari luar, Anda juga perlu mengendalikan kondisi ini dengan mengonsumsi makanan sehat.
Salah satu model yang menderita eksim mengklaim bahwa menjalani pola makan buah dan sayuran bisa mengatasi masalah kulit sepenuhnya.
Model bernama Paula Adamczyk itu sudah mengembangkam eksim dengan keluhan kulit kering dan sakit sejak kecil.
Mulanya, Paula mengatasi gejala eksim yang dialaminya menggunakan cara biasa, seperti antihistamin, salep steroid dan emolien.
Pada 2017, Paula merasa eksimnya semakin parah karena kulitnya mulai mengelupas dan meninggalkan luka yang menyengat.
"Saya menderita eksim sejak lahir, ketika serangannya semakin parah, saya diobati dengan antihistamin dan krim steroid. Dua tahun lalu, serangan eksim saya semakin parah," jelas Paula dikutip dari Daily Star.
Paula sempat mencoba mandi air panas untuk menghilangkan rasa gatalnya, tapi langkahnya tidak membuat kondisinya membaik
"Kulit jadi kering dan mengelupas seperti butiran salju, lukanya berkeropeng dan mengeluarkan cairan," ujarnya.
Eksim merupakan penyakit yang menyebabkan kulit menjadi meradang, kemerahan, kering dan gatal.
Baca Juga: Penderita Diabetes Kerap Alami Bau Mulut, Begini Cara Mengatasinya
Kebanyakan orang yang mengalami eksim saat kanak-kanak akan sembuh ketika sudah dewasa, tetapi mungkin sulit untuk ditangani bagi beberapa orang.
"Rasanya seperti tubuhku terbakar dan baunya sangat menyengat, seperti daging yang membusuk," jelasnya.
Model dari Taunton, Somerset ini pun hanya tinggal di tempat tidur sepanjang hari dan mengonsumsi makanan yang menenangkan saat kesakitan.
"Saya tidak ingin melakukan apa pun jadi hanya berbaring di tempat tidur selama berjam-jam dan menangis karena setiap gerakan membuatku kesakitan," ujarnya.
Kondisi ini membuatnya merasa depresi berat yang membuatku hanya fokus pada makanan sehat.
Kemudian, ia berusaha mencari tahu melalui internet bahwa penderita eksim mengklaim diet buah bisa menyembuhkan kondisinya.
Ia pun memutuskan untuk mencobanya tahun 2018 untuk menjadi seorang fruitarian. Karena pola makan itu, berat badan Paula turun sebanyak 9 kg.
"Saya mulai dengan pola makan vegan, bebas gluten dan bebas gula. Kemudian saya menyingkirkan makanan penghasil lendir seperti minyak, pati, kentang dan biji-bijian," ujarnya.
Awalnya, Paula menyadari peningkatan energi tubuhnya. Kini, Paula bisa beraktivitas sepanjang hari tanpa ketergantungan dan tidak perlu kesakitan di tempat tidur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?