Suara.com - Lebih dari delapan bulan sudah dunia menghadap pandemi virus corona atau Covid-19. Meski demikian, situasi pandemi masih belum juga mereda.
Hingga saat ini, jumlah kasus virus corona telah melewati angka 30 juta di seluruh dunia dan telah mengakibatkan 9.56.881 kematian.
Virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China pada Desember 2019, telah melanda 213 negara di seluruh dunia.
Meski para ilmuwan dan ahli medis di seluruh dunia telah bekerja dengan sangat cepat untuk meluncurkan vaksin untuk menahan penyebaran COVID-19, ada satu pertanyaan yang dimiliki setiap orang - bagaimana pandemi akan berakhir?
Dilansir dari Times of India, disebutkan bahwa tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan tersebut, bahkan ketika sepanjang sejarah, beberapa pandemi dan epidemi telah menjangkiti umat manusia.
Namun, secara teoritis, ada dua skenario yang mungkin menandai awal dari berakhirnya pandemi. Yang pertama adalah akhiran medis dan pilihan lainnya adalah akhiran sosial.
Penghapusan pandemi secara medis berasal dari pengembangan vaksin yang efektif dan aman untuk virus korona baru dan mengikuti protokol sosial secara ketat.
Saat ini, lebih dari 165 kandidat vaksin saat ini berada dalam tahap uji praklinis dan klinis yang berbeda dan lebih dari 33 di antaranya telah mencapai tahap terakhir uji coba pada manusia.
Kabar baiknya adalah meskipun vaksin tersebut tidak sepenuhnya efektif, hal itu dapat mengendalikan penyebaran pandemi.
Baca Juga: Tips Bersepeda Aman di Tengah Pandemi Covid-19
Menurut Dr Anthony Fauci, yang merupakan ahli penyakit menular terkemuka di AS, vaksin yang aman dan efektif 50 hingga 60 persen juga akan dapat diterima. Meskipun para ilmuwan bertujuan untuk menghasilkan vaksin yang 75 persen efektif.
Data awal studi pendahuluan telah menunjukkan hasil positif untuk beberapa kandidat vaksin dan kami mungkin dengan hati-hati mengharapkan vaksin yang cukup efektif pada kuartal pertama tahun 2021.
Begitu vaksin yang aman dan efektif diluncurkan untuk peredaran publik dan proses vaksinasi massal dimulai, kasus perlahan-lahan akan mulai turun begitu juga dengan angka kematian.
Vaksin akan mempersenjatai dunia dengan peluang pertempuran yang baik melawan penularan dan menghilangkan beban dari sistem perawatan medis yang kewalahan. Ini dapat dianggap sebagai langkah maju dalam mengakhiri pandemi.
Akhir lain dari pandemi, seperti yang diamati dalam kasus pandemi paling mematikan di dunia, Flu Spanyol, bisa jadi merupakan akhir sosial.
Pandemi mematikan yang menginfeksi 500 juta orang di seluruh dunia dan menyapu bersih 1 persen populasi dunia pada saat itu, berakhir setelah dua tahun yang lama ketika orang memperoleh kekebalan terhadap virus tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh