Suara.com - Perusahaan Johnson & Johnson (J&J) asal Amerika Serikat (AS) memulai uji coba vaksin Covid-19 buatan mereka.
Dilansir ANTARA, uji coba dimulai pada Rabu (23/9) kemarin kepada 60.000 relawan.
Perusahaan ini mengharapkan hasil uji coba tahap III tersebut dapat diperoleh pada akhir tahun ini atau awal tahun depan, menurut dr. Paul Stoffels, kepala ilmuwan J&J, dalam konferensi pers bersama dengan pejabat dari Institut Kesehatan Nasional dan pemerintahan Presiden Donald Trump.
Kandidat vaksin lainnya dari Moderna, Pfizer, dan AstraZeneca yang semuanya membutuhkan dosis dia suntikan secara terpisah dalam beberapa pekan, yang dianggap lebih sulit dalam pengelolaannya.
"Manfaat dari vaksin satu suntikan adalah potensi lebih baik dalam hal kampanye imunisasi massal dan pengendalian pandemi global," ujar dr. Dan Barouch, peneliti vaksin Universitas Harvard, yang membantu pengembangan vaksin J&J, dalam wawancara via telepon.
Sementara Stoffels menyebut J&J akan memublikasikan rincian protokol kajian dalam uji coba tahap III mereka di situs perusahaan pada hari ini juga—menyusul seruan atas peningkatan transparansi dalam pengujian.
Stoffels menambahkan bahwa J&J memulai uji klinis tahap III setelah melihat hasil positif pada pengujian tahap I dan II di AS dan Belgia, yang hasil lengkapnya dijanjikan akan dirilis segera.
Ia menyatakan keamanan dan tingkat perlindungan pada pengujian terhadap manusia terlihat setara dengan pengujian pada hewan, dan menyebut hasil penggunaan dosis satu suntikan dapat memberikan perlindungan cukup "untuk waktu yang lama".
Uji coba tahap akhir J&J akan dilakukan di 215 lokasi di AS, Afrika Selatan, Argentina, Brazil, Chile, Kolombia, Meksiko, dan Peru.
Baca Juga: Pemerintah Inggris Akan Beri Virus Corona Penyebab Covid-19 ke Orang Sehat
Belum jelas kapan perusahaan itu akan mendapat persetujuan regulasi, namun rencananya J&J akan memproduksi sebelum ada pengesahan, yakni dengan target sebanyak satu miliar dosis pada 2021, dan lebih lagi setelahnya.
Tujuan dari percobaan tahap akhir ini adalah menguji kemanjuran vaksin untuk mencegah kasus COVID-19 sedang dan berat dengan satu suntikan.
Dibutuhkan 60% efektivitas dari percobaan ini, yang menurut protokol studi berarti dapat ditentukan setelah 154 orang terinfeksi, dihitung dengan studi populasi, 15 hari pascavaksinasi.
Pihak independen dari Data and Safety Monitoring Board (DSMB) akan mengawasi proses uji coba tersebut, dan melakukan pengamatan pertama mengenai kemanjuran vaksin setelah 20 orang terinfeksi.
Direktur Institut Kesehatan Nasional dr. Francis Collins mengatakan bahwa tidak ada petugas federal yang masuk dalam tim DSMB karena isinya adalah para ilmuwan dan pakar statistik "yang sudah sangat berpengalaman".
"Hingga mereka yakin bahwa ada suatu hal yang tampak menjanjikan, tidak akan ada yang disemukan dan dikirim ke Badan Makanan dan Obat (FDA). Sehingga siapa pun semestinya merasa terjamin," kata Collins.
Berita Terkait
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Waspada Campak Jelang Lebaran: Mengapa Kasus Bisa Naik Saat Libur dan Seberapa Penting Vaksin MR?
-
Vaksin Campak Apakah Bikin Demam? Kenali Efek Samping dan Cara Mengatasinya
-
Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya
-
Kemenkes Minta Masyarakat Tak Khawatir Vaksin MR, Efek Samping Disebut Wajar dan Sementara
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal