Suara.com - Proses penelitian vaksin Covid-19 dilakukan secara berbeda, mengingat dunia saat ini sedang menghadapi pandemi.
CEO GlaxoSmithKline, produsen vaksin terbesar di dunia, mengaku optimistis bahwa industri akan mampu menyediakan vaksin Covid-19 secara luas tahun depan.
"Saya sama-sama optimistis bahwa kita akan mendapatkan solusi tahun depan. Tantangannya sekarang adalah menjangkau skala yang diperlukan," kata CEO GSK, Emma Walmsley, saat acara daring Konfederasi Industri Inggris (CBI), dilansir ANTARA.
GSK memberi kontribusi penyokong tambahan dan ampuh, yang berperan penting dalam banyak vaksin, di sejumlah aliansi pengembangan calon vaksin masa depan Covid-19, yang telah merenggut lebih dari satu juta korban jiwa secara global.
Proyek paling maju dari grup tersebut adalah yang bermitra dengan Sanofi Prancis.
Kedua pihak berharap dapat mengantongi persetujuan untuk vaksin mereka tahun depan.
Walmsley menekankan bahwa kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pengembangan vaksin tidak membahayakan keselamatan sebab uji klinis tidak lebih kecil dari biasanya dan regulator serta perusahaan telah mengambil langkah paralel yang sebelumnya dilakukan secara berurutan.
"Kami mempersingkat waktu, yang dapat menghabiskan 10 tahun menjadi 2 tahun. Namun masyarakat harus merasa sangat yakin bahwa cara kami melakukan itu (karena) tingkat kolaborasi yang berbeda sama sekali dengan regulator," katanya lagi.
Ia menutur bahwa perusahaan farmasi mempertaruhkan banyak hal dalam pengembangan vaksin Covid-19.
Baca Juga: Untuk Mengikat Sel Menusia, Protein Lonjakan Virus Corona Berubah 10 Kali!
"Kami mempertaruhkan dana kami, pemerintah mempertaruhkan dana sehingga kami tidak membatasi skala, yang sangat krusial dalam uji coba vaksin," tambahnya.
Berita Terkait
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Waspada Campak Jelang Lebaran: Mengapa Kasus Bisa Naik Saat Libur dan Seberapa Penting Vaksin MR?
-
Vaksin Campak Apakah Bikin Demam? Kenali Efek Samping dan Cara Mengatasinya
-
Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya
-
Kemenkes Minta Masyarakat Tak Khawatir Vaksin MR, Efek Samping Disebut Wajar dan Sementara
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya