Suara.com - Hasil survei yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dan UNICEF pada bulan April 2020 menunjukkan bahwa 84% fasilitas pelayanan kesehatan mengalami gangguan pelayanan imunisasi selama pandemi, dan 76% fasilitas pelayanan kesehatan mengalami penurunan permintaan pelayanan imunisasi. Hal ini pada akhirnya membuat banyak orangtua memutuskan menunda imunisasi anaknya.
Dikatakan dr. Arifianto, Sp.A atau yang kerap disapa dokter Apin, dalam aspek kesehatan anak, pandemi memberi dampak yang signifikan terhadap pelayanan imunisasi, sehingga menurunkan cakupan imunisasi pada level yang mengkhawatirkan.
Padahal, cakupan imunisasi yang rendah bisa membuka peluang terjadinya berbagai wabah penyakit, khususnya Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Dan, penanganan wabah PD3I akan menjadi lebih sulit ditangani jika terjadi di saat bersamaan dengan pandemi. Demikian pemaparannya dalam Zoom Class “Menjawab Pertanyaan Seputar Vaksinasi di Saat Pandemi” yang diadakan oleh Kenapa Harus Vaksin bersama The Asian Parent beberapa waktu lalu.
Rendahnya cakupan imunisasi ini tentu harus segera ditingkatkan kembali. Tapi, bagaimana strategi untuk meningkatkan cakupan imunisasi di masa pandemi ini?
Dokter yang juga penulis buku "Yakin Dengan Vaksin Dan Imunisasi" itu mengungkap langkah-langkah imunisasi yang bisa dilakukan di masa pandemi.
1. Catch-up immunization atau imunisasi kejar
Catch-up immunization atau imunisasi kejar adalah upaya melanjutkan vaksinasi yang tertunda pada individu yang memenuhi syarat. Hal ini direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, dengan mengutamakan pelaksanaan imunisasi kejar untuk PD3I yang rentan wabah, seperti campak, polio, difteri, dan yellow fever 2.
2. Multiple injection atau imunisasi ganda
Multiple injection atau imunisasi ganda adalah pemberian lebih dari satu jenis imunisasi dalam satu kali kunjungan yang bermanfaat untuk mempercepat perlindungan kepada anak. Hal ini juga lebih efisien karena orangtua tidak perlu datang ke fasilitas kesehatan berulang kali.
3. Vaksin kombinasi
Vaksin kombinasi merupakan gabungan beberapa komponen vaksin ke dalam satu vaksin untuk mencegah lebih dari 1 jenis penyakit. Vaksin kombinasi dapat membantu mengejar peningkatan cakupan imunisasi, khususnya bagi anak-anak yang tertinggal jadwal imunisasinya. Selain itu, dengan vaksin kombinasi, jumlah suntikan dan jumlah kunjungan ke fasilitas kesehatan juga dapat dikurangi, yang secara langsung dapat mengurangi risiko paparan Covid-19.
Baca Juga: Di Tengah Pandemi, Masyarakat Inginkan Fasilitas Imunisasi yang Aman
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker