Health / Konsultasi
Sabtu, 10 Oktober 2020 | 06:05 WIB
Ketua Gugus Tugas Satgas Covid-19, Doni Monardo. (FB BNPB)

Suara.com - Kasus kematian pada pasien positif Covid-19, sebagian besar terjadi pada orang yang mempunyai penyakit bawaan atau komorbid dan pasien positif berusia lanjut.

Menurut Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo bahwa risiko angka kematian lansia dan komorbid mencapai 80 sampai 85 persen.

Angka ini merupakan sebuah angka sangat tinggi. Sehingga, penanganan pasien Covid-19 lansia dan komorbid harus jadi prioritas,

Untuk itu, Satgas Covid-19 telah mengatur SOP bersama untuk menangani pasien komorbid dan lansia bersama dengan organisasi profesi.

"Intinya mereka yang secara risiko tinggi itu harus lebih awal diprioritaskan dalam penangananya harus juga sedini mungkin," ujar Doni dalam keterangannya melalui virtual dari kantor Graha BNPB Jakarta, Jumat (9/10/2020).

Kata dia, jika dilihat data pasien yang risiko ringan hampir 100 persen sembuh, lalu risiko sedang angka kematiannya 2,6 persen, kemudian risiko berat atau kritis dengan angka mencapai 6,7 persen.

"Jadi jangan sampai mereka yang komorbid dan lansia ini terlanjur masuk dalam kondisi kritis. Karena prosesnya cepat hanya dalam waktu sejam, sementara risiko ringan bisa menunggu reaksinya hingga seminggu ke depan," jelasnya.

Sebab itu, masyarakat perlu pahami bahwa jika pasien lansia atau komorbid ini menandakan memiliki gejala terpapar Covid-19 ini, maka diminta untuk segera dilakukan upaya pengobatan guna bisa diselematkan.

Selain itu, risiko kematian tertinggi setelah terinfeksi corona yakni pada penderita penyakit ginjal, diikuti penyakit imun, HIV AIDS, penyakit lupus, penderita penyakit kanker, penyakit diabetes melitus, hipertensi, gangguan napas, kehamilan, penyakit hati, asma, dan juga TBC.

Baca Juga: Kena Covid-19, Nunung Mengaku Kehilangan Indra Penciuman

Karena itu, Doni meminta agar masyarakat khususnya yang masuk dalam kelompok rentan tersebut dapat menjaga diri, salah satunya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan sehingga terhindar dari infeksi corona.

"Jangan sepelekan Virus Covid-19. Karena belum ada ahli yang bisa menjabarkan secara detail tentang penyakit Covid ini,. Jadi kami mengajak masyarakat untuk patuhi protokol kesehatan," pungkasnya.

Load More