Suara.com - Kasus kematian pada pasien positif Covid-19, sebagian besar terjadi pada orang yang mempunyai penyakit bawaan atau komorbid dan pasien positif berusia lanjut.
Menurut Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo bahwa risiko angka kematian lansia dan komorbid mencapai 80 sampai 85 persen.
Angka ini merupakan sebuah angka sangat tinggi. Sehingga, penanganan pasien Covid-19 lansia dan komorbid harus jadi prioritas,
Untuk itu, Satgas Covid-19 telah mengatur SOP bersama untuk menangani pasien komorbid dan lansia bersama dengan organisasi profesi.
"Intinya mereka yang secara risiko tinggi itu harus lebih awal diprioritaskan dalam penangananya harus juga sedini mungkin," ujar Doni dalam keterangannya melalui virtual dari kantor Graha BNPB Jakarta, Jumat (9/10/2020).
Kata dia, jika dilihat data pasien yang risiko ringan hampir 100 persen sembuh, lalu risiko sedang angka kematiannya 2,6 persen, kemudian risiko berat atau kritis dengan angka mencapai 6,7 persen.
"Jadi jangan sampai mereka yang komorbid dan lansia ini terlanjur masuk dalam kondisi kritis. Karena prosesnya cepat hanya dalam waktu sejam, sementara risiko ringan bisa menunggu reaksinya hingga seminggu ke depan," jelasnya.
Sebab itu, masyarakat perlu pahami bahwa jika pasien lansia atau komorbid ini menandakan memiliki gejala terpapar Covid-19 ini, maka diminta untuk segera dilakukan upaya pengobatan guna bisa diselematkan.
Selain itu, risiko kematian tertinggi setelah terinfeksi corona yakni pada penderita penyakit ginjal, diikuti penyakit imun, HIV AIDS, penyakit lupus, penderita penyakit kanker, penyakit diabetes melitus, hipertensi, gangguan napas, kehamilan, penyakit hati, asma, dan juga TBC.
Baca Juga: Kena Covid-19, Nunung Mengaku Kehilangan Indra Penciuman
Karena itu, Doni meminta agar masyarakat khususnya yang masuk dalam kelompok rentan tersebut dapat menjaga diri, salah satunya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan sehingga terhindar dari infeksi corona.
"Jangan sepelekan Virus Covid-19. Karena belum ada ahli yang bisa menjabarkan secara detail tentang penyakit Covid ini,. Jadi kami mengajak masyarakat untuk patuhi protokol kesehatan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Indonesia Mulai Menua, BPS Catat Lansia Tembus 11,97 Persen
-
Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru
-
Tega! Wanita Tipu Lansia Rp1,8 Juta di Purwokerto, Modus Bantu Cari Kost
-
Lansia 71 Tahun Gagal Putar Balik, Honda HRV Tabrak Pejalan Kaki hingga Depot Air di Jakbar!
-
Kisah Haru Bunda Tiwi di Usia 53: Melahirkan Bayi Pertama Seberat 4,1 Kg
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif