Suara.com - Menghadapi kematian adalah hal yang sulit bagi kebanyakan orang, termasuk orang dewasa. Sementara bagi anak-anak, memahami dan mengatasi kehilangan orang yang dicintai akan menjadi kesulitan tersendiri.
Meski kematian merupakan tema umum dalam kartun dan buku anak, tetapi anak belum sepenuhnya memahami implikasi dari kematian.
Dikutip dari Asia One, berikut cara membantu anak-anak mengatasi kehilangan yang orang yang mereka cintainya.
1. Pahami cara berduka anak berbeda dengan orang dewasa
Duka memang berat bagi semua orang, tetapi anak-anak tidak memiliki keterampilan mengatur emosi seperti orang dewasa. Anak-anak dapat berubah dari menangis pada satu saat, menjadi bahagia dan normal pada saat berikutnya. Kadang, anak-anak juga mengungkapkan amarah kepada yang meninggal tersebut. Karena merasa orang itu egois dan tidak adil dalam 'meninggalkan mereka'.
2. Sampaikan berita dengan lembut tapi jujur
Jika memungkinkan, orang yang menyampaikan berita duka harus orang yang paling dekat dengan anak. Seseorang yang dia percaya dan nyaman dengannya. Semakin muda anak, semakin literal pemahamannya. Jadi hindari menggunakan kata-kata seperti 'meninggal, dia pergi, kita kehilangan dia' dan kata kiasan lainnya. Bicaralah dengan anak kecil secara terus terang untuk menghindari kebingungan atau untuk menakut-nakuti mereka.
3. Buat sesederhana mungkin
Terlalu banyak informasi juga dapat membuat anak kecil kewalahan. Jadi biarkan mereka mengajukan pertanyaan dan Anda mengikuti petunjuk mereka sejujur mungkin.
4. Dorong mereka untuk mengungkapkan perasaannya
Mampu mengatasi kehilangan dengan cara yang sehat adalah keterampilan yang sangat berharga. Dorong anak untuk berbicara jujur tentang perasaan mereka. Demikian juga jangan menyembunyikan kesedihan Anda. Anak-anak lebih terbuka dengan perasaan mereka sendiri ketika melihat Anda jujur tentang perasaan Anda sendiri.
5. Yakinkan anak bahwa marah adalah hal yang wajar
Kadang anak-anak yang lebih kecil begitu kesal dengan kehilangan orang yang mereka cintai sehingga mungkin untuk sementara kembali mengompol atau sulit tidur. Yakinkan anak bahwa perlu waktu untuk berhenti merasa sedih dan memberinya waktu untuk sembuh dengan cara yang sehat dan mendukung secara emosional.
6. Mengingat Mendiang bersama-sama
Meskipun menyakitkan, mengingat orang yang telah meninggal adalah bagian dari kesedihan sekaligus penyembuhan. Berbagi kenangan indah membantu menyembuhkan kesedihan. Bantu anak mengenang orang yang meninggal dunia dengan mengingat perilaku baik mereka, memasang foto juga mengingat kenangan indah bersama mereka.
Baca Juga: Hari Kesehatan Mental Sedunia, Awas Toxic Relationship Orangtua dan Anak
7. Pertahankan rutinitas normal sebanyak mungkin
Anak-anak menyukai rutinitas. Jadwal yang teratur memberi anak keamanan bahwa hidup terus berjalan. Tetap jalankan rutinitas normal untuk menjaga kehidupan anak senormal mungkin. Memiliki kegiatan harian juga akan membantu anak mengelola kehilangan orang yang dicintai dengan lebih baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli