Suara.com - Nutrisi sangat dibutuhkan agar sistem tubuh berfungsi normal. Semua nutrisi dan gizi ini bisa didapatkan dari makanan yang kita konsumsi. Namun, hingga kini masih ada banyak mitos tentang nutrisi yang dipercaya orang-orang.
Dilansir Health Xchange Singapura, Department of Upper GI & Bariatric Surgery dari Singapore General Hospital (SGH) meluruskan mitos-mitos tersebut:
1. Mitos: buah sebaiknya dimakan saat perut kosong, jika dimakan bersama makanan lain bisa menyebabkan fermentasi dan busuk di lambung, sehingga memengaruhi pencernaan.
Fakta: Buah bisa dimakan kapan saja dan bisa dimakan bersama makanan lainnya.
Tubuh memproduksi enzim pencernaan untuk protein, lemak, dan karbohidrat yang membantunya mencerna semua makanan.
Selain itu, karena lambung memiliki konsentrasi asam klorida yang tinggi, bakteri dimatikan sebelum dapat berkembang biak sehingga fermentasi tidak dapat berlangsung di dalam lambung.
2. Mitos: Seseorang akan terkena diabetes jika mengonsumsi makanan manis.
Fakta: Jika tidak menderita diabetes, Anda tidak perlu khawatir untuk sesekali mengonsumsi kue coklat dan es krim favorit.
Gula tidak akan secara langsung menyebabkan diabetes, tetapi mengonsumsi kalori "kosong" yang berlebihan dari makanan tersebut dapat menyebabkan obesitas, faktor risiko penting untuk diabetes.
Baca Juga: 4 Dokter Meninggal Dunia Pekan Ini, IDI Ingatkan Lagi Protokol Kesehatan
3. Mitos: Semua lemak pada ikan adalah lemak baik.
Fakta: Hanya sekitar 30 persen lemak dalam ikan adalah lemak omega-3 'baik' (persentase pastinya bervariasi tergantung pada jenis ikannya).
Sisa lemak pada ikan merupakan campuran lemak 'jahat' yang meningkatkan kolesterol Anda, dan lemak yang tidak memiliki manfaat kesehatan khusus dan hanya menambah konsumsi kalori.
Tuna, misalnya, memiliki 23 persen lemak 'baik' dan 33 persen lemak 'buruk'. Sedangkan salmon memiliki 27 persen lemak 'baik' dan 16 persen lemak 'buruk'.
4. Mitos: Mengidam makanan manis terjadi karena tubuh kekurangan gizi.
Fakta: Anda mendambakan makanan manis, terutama saat sedang stres, karena makanan ini memicu pelepasan senyawa peningkat mood di otak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak