Suara.com - Pandemi Covid-19 ternyata tidak hanya mengancam kesehatan fisik, namun juga kesehatan mental setiap orang, menimbulkan efek psikologis yang serius. Tentu hal ini harus dihindari, karena seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental biasanya akan mengalami masalah penurunan imunitas, dan otaknya penuh dengan stigma negatif saat pandemi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BNPB selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengatakan bahwa semua pihak harus bekerja sama untuk menanggulangi semua itu, untuk meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan.
“Satgas Covid-19 tidak dapat bergerak sendiri dan itu diperlukan kolaborasi antara pemerintah, media, masyarakat, pelaku usaha, dan akademisi untuk menjalankan perannya,” ujar Doni dalam pernyataannya pada rilis yang diterima Suara.com, Senin (19/20/1010).
Di samping itu, diperlukan strategi yang terintegrasi dan terarah, lalu diikuti koordinasi yang solid antar satgas secara berjenjang sehingga menghindari ancaman kesehatan mental yang terjadi. Pelaksanaan kegiatan tentu saja harus menyesuaikan dengan karakteristik wilayah.
“Kenali dirimu, kenali musuhmu, kenali medan perangmu, seribu kali kau berperang, seribu kali kau menang. Ini yang perlu masyarakat pahami, karena perubahan tatanan kehidupan selama masa pandemi Covid-19 memaksa kita untuk menghadapi tantangan- tantangan baru dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Doni berpesan, ada banyak beberapa hal yang perlu dilakukan masyarakat agar terhindar dari gangguan kesehatan mental selama pandemi Covid-19.
1. Rajin Beribadah dan Tidak Panik
Menurutnya, dengan cara masyarakat mendekatkan diri kepada Tuhan atau rajin beribadah, maka pikiran negatif akan berkurang. Serta tidak perlu panik jika menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan. Bila ini dilakukan, bisa mengurangi risiko kesehatan mental selama pandemi Covid-19.
2. Baik dengan Orang Terdekat
Selalu melakukan kebaikan dengan sesama. Karena hal ini juga bisa mengurangi risiko kesehatan mental manusia. Semakin kita banyak melakukan kebaikan, dampaknya pola pikir kita akan selalu positif dan membuat imun kita terjaga dan terhindar dari penyakit.
3. Bijak Memilah Informasi
Saat ini teknologi telah berkembang pesat. Informasi tentang kasus corona dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat. Namun, tidak semua informasi terbukti benar. Sehingga, masyarakat perlu bisa menyaring informasi yang baik dan benar dengan sumber yang kompeten.
Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker