Suara.com - Kasus tak biasa terjadi di Korea Selatan, setelah lima orang dilaporkan meninggal dunia usai mendapatkan suntikan vaksin flu.
Hal ini memicu perdebatan tentang keamanan vaksin, termasuk vaksin Covid-19 yang diperkirakan siap digunakan pada akhir tahun ini.
Dilansir ANTARA, pihak berwenang mengatakan tidak ada alasan untuk percaya bahwa kematian itu terkait dengan vaksin, tetapi penyelidikan, termasuk pemeriksaan mayat, sedang dilakukan.
"Ini membuat kami sulit untuk mengeluarkan pernyataan yang pasti," ujar Wakil Menteri Kesehatan Kim Gang-lip dalam pengarahan media tentang kematian, termasuk seorang anak laki-laki berusia 17 tahun dan seorang pria berusia 70-an tahun.
Terjadi hanya beberapa minggu setelah peluncuran program vaksin nasional ditangguhkan karena kekhawatiran akan keamanan, kematian warga telah mendominasi berita utama di Korea Selatan.
Para pejabat bulan lalu mengumumkan rencana untuk mendapatkan 20 persen lebih banyak vaksin flu untuk musim dingin daripada tahun sebelumnya untuk menyuntik 30 juta orang dalam upaya untuk mencegah sistem kesehatan kelebihan beban oleh pasien yang terkena flu dan terpapar Covid-19.
Namun, dimulainya program suntikan gratis untuk sekitar 19 juta orang yang memenuhi syarat ditangguhkan selama tiga minggu setelah ditemukan bahwa sekitar 5 juta dosis vaksin, yang perlu didinginkan, telah terpapar suhu kamar saat diangkut ke fasilitas medis.
Meningkatkan kepercayaan publik terhadap vaksin telah menjadi tantangan global utama tahun ini, karena beberapa negara terburu-buru menyetujui vaksin Covid-19 eksperimental sebelum studi keamanan dan kemanjuran lengkap telah diselesaikan.
Vaksin flu Korea Selatan dipasok oleh beberapa pembuat obat yang berbeda, termasuk LG Chem Ltd dan Boryung Biopharma Co. Ltd., sebuah unit dari Boryung Pharm Co.Ltd.
Baca Juga: Bio Farma Ungkap Faktor Penentu Harga Vaksin Covid-19, Apa Saja?
Seorang pejabat Boryung mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan mengetahui kematian yang dilaporkan, tetapi tidak segera berkomentar. LG Chem mengatakan perusahaan akan mengikuti saran pemerintah.
Seorang anak laki-laki berusia 17 tahun yang meninggal pada Jumat (16/10) adalah kematian pertama yang dicatat oleh petugas setelah menerima vaksin. Bocah itu meninggal dua hari setelah menerima suntikan flu di Incheon, dekat Ibu Kota Seoul.
Seorang pria berusia 70-an, yang menderita penyakit Parkinson dan aritmia, adalah kasus terbaru. Dia meninggal di Daegu pada Rabu (14/10), sehari setelah menerima vaksin flu. Pejabat Daegu mengatakan pria itu telah menerima vaksin sejak 2015 tanpa reaksi merugikan sebelumnya.
Para pejabat mengatakan sebanyak 8,3 juta orang telah diinokulasi dengan vaksin flu gratis sejak dilanjutkan pada 13 Oktober, dengan sekitar 350 kasus reaksi merugikan dilaporkan. Jumlah kematian tertinggi terkait dengan vaksinasi flu musiman adalah enam pada 2005, menurut kantor berita Yonhap.
Bahkan sebelum pandemi virus corona, kepercayaan pada vaksin merupakan tantangan yang semakin besar bagi badan kesehatan masyarakat. Organisasi Kesehatan Dunia menyebut keragu-raguan vaksin sebagai salah satu dari 10 ancaman kesehatan global teratas tahun lalu.
Di Korea Selatan, jajak pendapat awal bulan ini menemukan bahwa 62 persen dari 2.548 responden di Provinsi Gyeonggi, dekat Seoul, tidak akan divaksinasi Covid-19, bahkan jika vaksin disetujui, sampai semua pertanyaan tentang isu keamanan terjawab sepenuhnya.
Berita Terkait
-
Honda Kibarkan Bendera Putih, Tren Mobil Listrik Bikin Pabrikan Sengsara
-
Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak
-
Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja
-
Vietnam dan Korea Selatan Sepakati Belasan Kerja Sama, Fokus Teknologi hingga Energi Nuklir
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran