- Kemenkes menjamin keamanan vaksin MR karena telah mendapat izin edar BPOM dan evaluasi ketat WHO.
- Efek samping vaksin MR umumnya ringan, seperti demam atau ruam, menandakan pembentukan kekebalan tubuh yang wajar.
- Vaksin MR terbukti efektif meningkatkan antibodi protektif anak secara signifikan terhadap campak dan rubella.
Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan keamanan vaksin MR (Measles Rubella) yang digunakan dalam program imunisasi nasional untuk mencegah penyakit campak dan rubella pada anak.
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Farmalkes) Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia, mengatakan vaksin tersebut telah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta melalui evaluasi ketat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
“Jangan khawatir terkait pemilihan vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi nasional karena telah dilakukan kajian yang seksama oleh Kementerian Kesehatan dan dilakukan bersama Komite Imunisasi Nasional,” kata Lucia dalam Konferensi Pers virtual, Jumat (6/3/2026).
Ia juga meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap reaksi yang muncul setelah imunisasi.
Menurutnya, efek samping yang muncul umumnya bersifat ringan dan sementara.
Keluhan yang paling sering terjadi antara lain nyeri ringan di tempat suntikan, demam ringan hingga ruam pada kulit.
“Efek samping vaksin MR merupakan tanda wajar bahwa tubuh anak sedang membentuk kekebalan,” ujarnya.
Lucia menjelaskan vaksin MR juga telah terbukti efektif dalam meningkatkan antibodi pada anak-anak sehingga menjadi salah satu cara membentuk perlindungan terhadap campak dan rubella.
Untuk penyakit campak, vaksin tersebut meningkatkan titer antibodi protektif pada anak dari 10,41 persen menjadi 80,21 persen.
Baca Juga: Apa Penyebab Penyakit Campak? 'Kasus' Selebgram Ruce Nuenda Jadi Perbincangan
Sementara pada penyakit rubella, titer antibodi protektif meningkat dari 15,10 persen menjadi 98,96 persen setelah pemberian vaksin. Dengan hasil tersebut dipastikan vaksin efektif untuk mencegah campak dan rubella.
Berita Terkait
-
Kota Yogyakarta Catat 6 Kasus Positif Campak, Dinkes Sebut Masih Ada Warga Anti Vaksin
-
Kesadaran Vaksin di Indonesia yang Menurun dan Dampaknya pada Syarat Umroh
-
Biodata dan Agama Ruce Nuenda, Viral gegara Keluyuran Saat Diduga Sakit Campak
-
Apa Penyebab Penyakit Campak? 'Kasus' Selebgram Ruce Nuenda Jadi Perbincangan
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?
-
'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN
-
Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar
-
Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan
-
KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim
-
Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim
-
Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli
-
WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi