Suara.com - Bagi orangtua, salah satu dilema terbesar saat pandemi Covid-19 adalah ketika anak sakit. Mau ke rumah sakit tapi khawatir tertular virus corona. Apa yang harus dilakukan untuk merawat anak sakit?
Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah, dr. Cynthia Rindang Kusumaningtyas, Sp.A, meminta orangtua untuk tidak panik. Selama anak masih aktif, masih mau makan dan minum, tidak perlu langsung membawa mereka ke rumah sakit. Orangtua cukup lakukan obeservasi atau pengamatan.
"Saat anak masih tampak aktif dan masih mau makan atau minum, maka Anda dapat melakukan observasi kondisi anak di rumah saja terlebih dahulu," ujar dr. Cynthia, melalui siaran pers yang diterima suara.com, Kamis (22/10/2020).
Saat anak dalam kondisi tidak fit, kewajiban orangtua adalah memberikan kenyamanan untuk anak agar tubuh mereka cepat membaik dan pulih, dengan cara-cara sebagai berikut:
- Pastikan asupan cairan lebih banyak untuk membuat dahak menjadi lebih encer sehingga mudah dikeluarkan.
- Buatlah suhu ruangan cukup hangat dan lembab agar anak bisa bernapas lebih lega.
- Saat anak tidak mengalami demam, jemur di bawah matahari pagi juga dapat membantu proses penyembuhan.
- Penggunaan larutan garam steril tetes atau semprot serta balsam bayi juga dapat membantu membuka hidung yang tersumbat.
- Selain parasetamol, kompres hangat juga dapat dilakukan untuk membantu menurunkan suhu badan anak.
- Bila demam anak berlangsung lebih dari tiga hari, anak mulai tampak lemas dan sulit diberi asupan, mulai terlihat sesak napas, atau bibirnya kebiruan, maka sebaiknya anak dibawa ke dokter spesialis anak untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
Namun jika anak sudah mulai pulih, nutrisi jadi faktor yang harus sangat diperhatikan untuk menjaga daya tahan tubuh anak, sehingga risiko anak kembali sakit menjadi lebih kecil.
"Tingkatkan daya tahan tubuh anak secara alami dengan memberikan ASI sejak lahir hingga berusia 2 tahun atau lebih," tutur dr. Cynthia.
Pastikan juga anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal, cukup tidur, dan mengonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang. Dan apabila diperlukan, bawalah anak berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk memastikan asupan vitaminnya sudah terpenuhi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak