Suara.com - Banyak perempuan menyukai high heels lantaran bisa memberi mereka rasa percaya diri ketika mengenakannya. Meski bagi sebagian yang lain pakai sepatu hak tinggi itu menyakitkan, tapi bagi mereka para pecintanya, pepatah beauty is pain berlaku di sini.
Nah, agar high heels tak memberikan dampak negatif jangka panjang, pakar gizi medik dari FKUI-RSCM, Prof. Saptawati Bardosono, menyarankan Anda untuk menurunkan ketebalan sepatu bertumit tinggi atau high heels jika Anda terus menerus merasa sakit pada tumit.
"(Saat pakai high heels) daerah tumit membutuhkan perhatian lebih untuk kesehatan tulang, sehingga kalau terus menerus (dipakai) dan merasa sakit, itu berarti tubuh tidak mampu memperbaiki kepadatan tulang di daerah itu. Turunkan senti meter-nya, jangan sampai membebani tubuh dengan sinyal mekanik," kata Saptawati, Kamis (22/10/2020) dalam sebuah webinar.
Dikutip dari Antara, co-founder dan presiden Progressive Health Innovations Inc, yakni perusahaan teknologi kesehatan, Matt Ferguson, kepada Insider menuturkan jika Anda tidak terbiasa mengenakan high heels, risiko cedera seperti keseleo pergelangan kaki karena otot penstabil di kaki, pergelangan kaki, dan tungkai bawah tidak cukup kuat untuk menyeimbangkan tubuh saat Anda berjalan dengan gaya yang sangat berbeda.
Sementara itu, dokter bidang podiatri atau yang menangani masalah terkait kaki, Yolanda Ragland, menuturkan bahwa sendi di lutut hingga kaki Anda bisa terkena rematik jika Anda terlalu sering memakai high heels. Hal ini terjadi karena cara Anda mengimbangi diri saat berdiri atau berjalan dapat menyebabkan tulang rawan di sendi-sendi ini rusak.
Menurut dia, jika jari kaki Anda tertekuk secara permanen ke bawah akibat tekanan dari alas kaki, maka mengenakan sepatu bertumit tinggi bisa membuat kondisinya menjadi lebih buruk. Anda justru akan semakin merasa sakit pada jari kaki yang tertekuk itu.
Walau begitu, bukan berarti Anda harus meninggalkan high heels selamanya. Hanya saja, Anda disarankan untuk tidak memakainya dengan berlebihan atau terlalu sering.
"Saya pikir selama Anda tidak berlebihan, Anda akan baik-baik saja. Saya tidak benar-benar melarang orang memakai high heels, tapi mendorong mereka memakai sepatu mereka dengan bijaksana,” kata dia.
Selain itu, Ragland dan Ferguson juga merekomendasikan agar Anda melakukan peregangan untuk membantu mengimbangi beberapa efek negatif high heels, seperti munculnya varises, osteoarthritis, hingga sakit punggung bagian bawah.
Baca Juga: Sering Diabaikan, 5 Aturan Dasar Pakai Sepatu Hak Tinggi
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI