Suara.com - Bukan cuma orang dewasa yang susah tidur di malam hari. Anak-anak juga bisa mengalaminya. Padahal, dalam masa pertumbuhan, tidur cukup sangat dibutuhkan agar pertumbuhan tubuh anak berlangsung optimal. Dokter spesialis kejiwaan dr. Aimee Nugroho Sp.KJ. mengatakan bahwa kurang aktivitas fisik saat siang hari bisa jadi penyebab anak susah tidur. Artinya, ada energi yang masih tersimpan sehingga tubuh merasa kurang lelah saat waktu tidur.
"Anak-anak mungkin bingung harus menyalurkan energinya ke mana. Karena kurang bisa menyalurkan energi, malamnya kurang capek jadi malam susah tidur," jelas Aimee dalam siaran langsung Instagram bersana Holisticare, Selasa (27/10/2020).
Ia menjelaskan bahwa anak selalu memiliki energi untuk bergerak. Namun dalam kondisi pandemi saat ini, sulit bagi anak untuk mengeluarkan energinya akibat aktivitas yang terbatas di dalam rumah.
"Apalagi kalau anak sekarang sekolah daring, otomatis lebih banyak di rumah. Biasanya les macam-macam, sekarang di rumah terus gak ada kegitan jadi merasa kurang lelah. Sebab anak-anak selalu ada energi untuk disalurkan," ujarnya.
Sulit tidur juga bisa menjadi tanda anak mengalami stres, lanjutnya. Anjuran untuk tetap berada di rumah akibat wabah virus corona membuat anak merasa terisolasi. Sehingga anak akan merasa sendirian, terutama jika orangtuanya sibuk bekerja.
"Merasa sendiri di rumah padahal dulu bisa main, sedangkan sekarang di rumah aja. Kita harus refleksi dulu, lihat tanda anak alami stres. Paling simpel apakah anak jadi mudah marah," ucapnya.
Tanda lainnya bisa terlihat dari gerakan anak yang makin hiperaktif. Menurut Aimee, anak yang selalu bergerak sebenarnya menjadi tanda bahwa ia ingin diperhatikan.
"Kalau anak jadi hiperaktif, itu tanda anak nggak bahagia," ujar Aimee.
Baca Juga: Anak Kerap Berkeringat Saat Tidur? Hati-hati Bisa Jadi Tanda Penyakit
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga