Suara.com - Tanggal 28 Oktober 1928, Bahasa Indonesia dipilih sebagai lambang kesatuan bangsa Indonesia. Kecintaan pada Indonesia berarti juga cinta pada Bahasa Indonesia dan sastranya.
Seperti kata pepatah “Tak kenal maka tak sayang”, penting bagi kita sebagai orangtua untuk menanamkan akar kecintaan Indonesia yang kuat dan dalam pada diri anak-anak. Salah satu caranya, dengan memperkenalkan dan membangun kebiasaan berbahasa dan bersastra Indonesia dengan mereka.
Dalam rangka bulan bahasa dan sastra Indonesia, Natalia Lie selaku guru sekolah dasar Bahasa Indonesia di SinarMas World Academy (SWA), berbagi pengalaman dan cara-cara yang dilakukannya dalam membuat bahasa dan sastra Indonesia tidak kalah menariknya dibandingkan bahasa asing. Ini dia, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Suara.com.
1. Sesuaikan dengan Umur Anak
Penting untuk memastikan pengenalan bahasa dan sastra Indonesia sesuai dengan umur anak. Misal, jika kosa kata anak masih terbatas, ia dapat diperkenalkan terlebih dahulu dengan puisi dan pantun yang memiliki kata-kata tergolong lebih sederhana dan singkat.
Apabila orang tua membacakan cerita, dianjurkan untuk sebelumnya sudah membaca ceritanya dan mengimprovisasi cerita menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh anak.
Dan pada saat anak sudah dapat membaca, berikan ia kebebasan memilih buku dongeng yang menarik hatinya, namun pastikan pilihan yang diberikan sesuai dengan umurnya. Dengan begitu, mereka akan dapat membaca tanpa kesulitan. Menikmati membaca pun akan menjadi akar dari kebiasaan sehat membaca.
2. Bercerita dengan Visual
Meski sastra Indonesia beragam, anak-anak umumnya akan selalu tertarik dengan prosa, cerita dongeng. Pada saat penyampaian cerita dongeng, usahakan agar anak melihat gambar-gambar yang memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia. Putri berkulit sawo matang dengan kain batiknya, pangeran berkulit gelap bersenjatakan keris, dan burung garuda yang gagah dan bijaksana.
Mungkin anak selama ini terlalu sering melihat visual yang menggambarkan budaya asing. Nah, dengan kita memperkenalkan budaya Indonesia yang berbeda, mereka akan dapat merangkul keberagaman dan memiliki tokoh cerita yang serupa dengan diri mereka. Penggunaan alat peraga pun akan membantu anak memvisualisasikan cerita yang mereka dengar dan memperkaya imajinasi mereka. Tidak jarang juga, melalui cerita kita bisa memperkenalkan budaya musik Indonesia seperti gamelan, dan angklung sebagai pendukung cerita.
3. Ajak Anak Berimajinasi dan Berkarya
Dengan keberagaman budaya yang diperkenalkan pada anak, ajak mereka untuk menuangkan imajinasi mereka ke dalam sebuah karya. Bisa berupa lukisan dengan alur cerita yang mereka buat, ataupun ke dalam sandiwara yang mereka peragakan. Pengalaman berimajinasi dan menjadikan imajinasi mereka sebuah karya akan menjadi fondasi kuat dalam proses menanamkan budaya yang mereka pelajari.
Baca Juga: Soal dan Jawaban Belajar dari Rumah Kelas 1-3 SD Hari Ini: Belajar Menyimak
Tidak ada salah benar ketika anak berimajinasi, karena tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan mereka mengingat dan mengerti apa yang sudah diperkenalkan kepada mereka. Menanamkan kebiasaan untuk membuat sebuah karya yang terinspirasi dari bacaan yang mereka baru selesaikan, merupakan sebuah kebiasaan baik untuk ditanamkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan