Suara.com - Saat orang dewasa mengalami dehidrasi mungkin akan leboh mudah untuk mengenalinya. Tapi tidak demikian dengan anak, terlebih di bawah usia lima tahun.
Mayoritas dari mereka tentu akan kesulitan mengkomnikasikan kondisi yang mereka alami. Jadi, sangat penting untuk memahami gejala haus dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan sebelum berubah menjadi berbahaya bagi kesehatan.
Dilansir dari Times of India, berikut 5 tanda umum dehidrasi yang harus diwaspadai pada anak.
Bibir kering dan pecah-pecah
Ini adalah tanda dehidrasi paling umum dan awal pada balita. Sudut mulut pecah-pecah, bibir kering dan pembentukan air liur lebih sedikit, semuanya merupakan tanda peringatan dehidrasi.
Popok kering
Balita sangat sering buang air kecil. Dalam tiga hingga empat jam, popok mereka benar-benar basah dan perlu diganti.
Jika Anda melihat penurunan frekuensi buang air kecil mereka maka Anda tidak boleh menganggap enteng situasinya. Setiap urine yang gelap dan pekat bisa menjadi tanda dehidrasi.
Tidak ada air mata saat menangis
Baca Juga: Berbeda dengan Kulit Kering, Ini Cara Tepat Perawatan Kulit Dehidrasi
Kehilangan air yang berlebihan dari tubuh juga bisa membuat balita rewel. Akan menjadi sulit untuk menangani mereka dan jika mereka menangis mereka tidak akan meneteskan air mata. Kedua hal ini menunjukkan bahwa kadar air di dalam tubuh telah menurun.
Rasa kantuk yang berlebihan
Dehidrasi memengaruhi suasana hati anak dalam beberapa cara. Itu membuat mereka lesu dan sangat mengantuk. Mereka akan mulai tidur lebih lama dari biasanya. Mata, pipi, dan bagian di atas kepala akan tampak cekung.
Nafas cepat atau detak jantung
Kehilangan air menyebabkan kelelahan dan juga meningkatkan detak jantung dan kecepatan pernapasan. Mereka tidak akan tertarik melakukan aktivitas apa pun.
Jika Anda melihat salah satu gejala dehidrasi, tingkatkan asupan cairan. Cairan rehidrasi oral yang dirancang untuk menggantikan elektrolit dan gula adalah yang terbaik untuk mengatasi masalah ini. Berikan cairan ini setiap jam kepada bayi.
Jika balita tampak setengah pingsan, berulang kali muntah atau tidak buang air kecil sama sekali selama lebih dari empat jam maka segera periksakan ke dokter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa