Suara.com - Jumlah infeksi virus corona SARS Cov-2 di dunia telah mencapai 50.242.017 kasus. Tercatat bertambah 592.572 kasus infeksi baru dalam 24 jam kemarin, dan menjadi rekor baru dalam penambahan kasus Covid-19 terbanyak.
Dilaporkan situs Worldometers.info, angka kematian juga mencapai rekor terbaru yaitu sebanyak 7.423 jiwa. Total di seluruh dunia telah tercatat 1,25 jiwa meninggal dunia akibat terinfeki Covid-19.
Infeksi baru paling banyak tercatat di Amerika Serikat dengan jumlah 119.339 kasus, yang juga menyumbang angka kematian harian terbanyak yaitu 1.021 jiwa.
Total kasus di negeri Paman Sam itu telah mencapai 10,17 juta kasus dengan 6,4 juta orang sembuh dan 243.247 jiwa meninggal dunia.
Penambahan infeksi baru mencapai 100 ribu per hari di Amerika Serikat telah diprediksi sejak Juni lalu oleh Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat Dr. Anthony Fauci.
Saat itu ia memberi peringatan bahwa kasus baru di AS bisa mencapai 100 ribu per hari jika tren kenaikan kasus tidak dihindari.
"Saya pikir penting untuk memberi tahu Anda dan publik Amerika bahwa saya sangat prihatin karena itu bisa menjadi sangat buruk," kata Fauci kepada komite Senat AS, seperti ditulis USA Today.
Selain Amerika Serikat, Perancis juga mengalami lonjakan kasus infeksi Covid-19. Perancis mencatat ada 86.852 infeksi baru dalam satu hari dan jadi penyumbang infeksi baru terbanyak di benua Eropa.
Sedangkan di Asia, India masih menjadi negara yang paling terdampak Covid-19. Total kasus infeksi di sana lebih dari 8,5 juta orang dan bertambah 46.318 kasus dalam sehari.
Baca Juga: KSAD Pantau Distribusi Alkes dari Kemenhan ke 17 Rumah Sakit TNI AD
Indonesia jadi negara keempat dengan jumlah kasus terbanyak yaitu 433.836 infeksi dengan bertambah 4.262 infeksi baru kemarin.
Penambahan kasus positif paling banyak terjadi di DKI Jakarta yakni dengan 1.118 kasus. Diikuti Jawa Tengah sebanyak 489 kasus dan Jawa Barat sebanyak 476 kasus.
Untuk kasus sembuh juga paling banyak di DKI Jakarta yakni sebanyak 989 kasus, diikuti Jawa Barat sebanyak 462 kasus dan Riau sebanyak 357 kasus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini
-
IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik