Suara.com - Baru-baru ini viral pengakuan seorang wanita yang telat haid atau menstruasi selama 10 bulan. Gangguan hormon bernama PCOS yang menjadi penyebabnya. Lantas apa itu PCOS?
Dalam tulisan ini dijelaskan apa itu PCOS, penyebab hingga cara mengobatinya agar para perempuan lebih waspada. PCOS atau sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome merupakan gangguan hormon yang biasanya terjadi pada wanita di usia produktif atau subur.
Mereka yang mengidap PCOS akan mengalami gangguan menstruasi karena memiliki kadar hormon maskulin (hormon androgen) yang berlebihan.
Jika tak segera diobati, kelebihan hormon androgen ini juga dapat mengakibatkan ovarium atau indung telur memproduksi terlalu banyak kantong cairan sehingga sel telur tidak berkembang. Berikut penjelasan tentang gejala, penyebab, hingga pengobatan PCOS.
1. Gejala PCOS
Umumnya, gejala PCOS dapat diketahui sejak pertama kali haid atau ketika perempuan beranjak remaja. Meski begitu, tak menutup kemungkinan PCOS juga menyerang perempuan dewasa. Beberapa gejala PCOS ialah:
- Gangguan menstruasi yang tidak teratur dan terjadi secara berkepanjangan.
- Peningkatan kadar hormon androgen pada perempuan penderita PCOS dan ditandai dengan beberapa gejala fisik seperti pira yakni tumbuh rambut lebat di area wajah dan tubuh serta muncul jerawat hingga kebotakan.
- Menderita kista ovarium yang ditemukan di sekitar sel telur dalam jumlah yang banyak.
- Warna kulit berubah menjadi lebih gelap terutama pada lipatan leher, selangkangan, dan bagian bawah payudara.
Hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa penyebab PCOS. Namun ada sejumlah faktor yang diduga menjadi penyebabnya yakni:
- Kelebihan hormon insulin yakni hormon yang dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Insulin yang berlebihan pada tubuh dapat menyebabkan meningkatnya produksi hormon androgen dan mengurangi kepekaan tubuh pada insulin.
- Faktor genetik yang diturunkan oleh anggota keluarga.
Baca Juga: Viral Kisah Perempuan Telat Haid Selama 10 Bulan, Ternyata Karena Ini
Perlu diketahui bahwa pengobatan PCOS oleh setiap pasien berbeda-beda tergantung gejala yang dimiliki seperti mandul, hirsutisme, hingga jerawat. Tapi secara umum, PCOS dapat diobati dengan cara:
- Meubah gaya hidup dengan olahraga teratur dan makan makanan rendah kalori agar berat badan stabil. Hal ini dilakukan karena gejala sindrom ovarium polikistik akan menghilang apabila pasien memiliki berat badan yang stabil dan tidak overweight. Selain itu, kurangi konsumsi makanan manis dan perbanyak makanan berserat.
- Mengonsumsi beberapa pengobatan seperti pil KB dan obat lainnya untuk mengontrol siklus menstruasi. Selain itu dokter juga biasanya merekomendasikan untuk mengonsumsi hormon progesteron selama 10-14 hari selama 1-2 bulan untuk mengatur siklus haid yang terganggu.
Demikian penjelasan apa itu PCOS serta gejala, penyebab, hingga cara pengobatanya. Semoga informasi ini berguna untuk kalian.
Kontributor : Lolita Valda Claudia
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global
-
5 HP Infinix RAM 8 GB Paling Murah, Pilihan Terbaik Mulai 1 Jutaan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
Terkini
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar