Suara.com - Menggigil umum dialami seseorang saat kedinginan maupun saat sakit. Karena itu, mungkin banyak yang bertanya-tanya apakah menggigil menjadi salah satu gejala Covid-19?
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), menggigil bukanlah indikator langsung terkena virus corona Covid-19.
"Menggigil tidak spesifik untuk Covid-19. Mereka (menggigil) secara klasik terlihat pada banyak jenis infeksi, terutama influenza , pneumonia bakterial, dan infeksi virus lainnya," ujar pakar penyakit menular John A. Sellick, DO, profesor kedokteran di Universitas Negeri New York di Buffalo kepada Health.
Menggigil sendiri sering kali sebagai akibat dari demam atau permulaan demam. Ketika Anda mengalami demam (biasanya disebabkan oleh infeksi seperti flu atau Covid-19), ini merangsang tubuh untuk melepaskan bahan kimia inflamasi dan zat lain untuk mencoba membebaskan diri dari penyakit. Hal ini dapat menaikkan suhu tubuh Anda.
"Suhu yang meningkat dapat membantu virus dan bakteri dibersihkan oleh sistem kekebalan Anda lebih cepat," jelasnya Thomas Giordano, MD, MPH, profesor dan kepala seksi penyakit menular di Baylor College of Medicine.
"Sebagai tanggapan, Anda merasa kedinginan lalu menggigil, otot-otot Anda bergetar untuk menghasilkan panas untuk menghangatkan tubuh Anda, dan Anda meraih selimut. Rasa dingin menjadi lebih baik ketika Anda mencapai suhu baru yang lebih tinggi, dan sekarang Anda demam," tambahnya.
Namun karena menggigil biasanya dikaitkan dengan demam, yang merupakan salah satu gejala Covid-19 yang paling umum, itu berarti menggigil juga cukup umum dengan infeksi virus corona lain.
Meurut Thomas, sulit untuk mengatakan dengan pasti tanpa diuji Covid-19. "Demam dan menggigil adalah tanda dari banyak infeksi dan juga hal-hal lain. Beberapa reaksi alergi dapat menyebabkan demam, misalnya," kata Dr. Giordano.
Juga, kecil kemungkinan Anda akan hanya menggigil dan tidak memiliki gejala lain. "Menggigil biasanya tidak terjadi dengan sendirinya tetapi merupakan bagian dari demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, dan gejala sistemik lainnya," kata Dr. Sellick.
Baca Juga: Deteksi Virus Corona Cepat, Liverpool Buat Alat Uji Mirip Tes Kehamilan
Jadi, jika Anda kedinginan, demam, batuk, dan nyeri otot, Covid-19 pasti akan menjadi pertimbangan, seperti halnya influenza.
Kata Dr. Sellick, pada dasarnya seseorang harus menghubungi dokter tentang langkah selanjutnya. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda mengidap Covid-19 adalah dengan mendapatkan tes Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa