Suara.com - Ada beragam cara untuk menurunkan berat badan. Salah satunya yang sedang populer saat ini adalah metode flexitarian. Apa itu?
Pola diet ini menekankan pada pola makan nabati yang semakin populer dan memungkinkan untuk konsumsi daging sesekali dalam jumlah sedang.
Ahli gizi dan Ketua Indonesia Sport Nutrition Association, Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengatakan diet flexitarian merupakan pengaturan pola makan yang mengutamakan konsumsi pangan nabati.
Pertama yang harus dikonsumsi yakni sayur, kedua buah, ketiga kacang-kacangan dan olahannya, keempat susu dan hasil olahannya, kelima yaitu gandum, biji-bijian, dan sereal utuh yang identik dengan serat, vitamin, dan mineral.
"Diet flexitarian itu fleksibel. Prinsipnya tidak ada satupun makanan yang dihilangkan, semuanya boleh tapi kemudian ada prioritas di situ, sayur dan buah," ujar Rita dalam pernyataannya secara virtual, Kamis (3/12/2020).
Dalam diet flexitarian, diatur cara makan dengan pola 3-4-5. Artinya 300 kalori saat pagi, 400 kalori ketika siang, dan 500 kalori pada malam.
Dia juga menyarankan diantara waktu itu perlu konsumsi buah yang terdiri dari 150 kilo kalori.
Tren metode flexitarian kini terus berkembang dan semakin banyak pilihannya, salah satunya dengan mengonsumsi minuman fresh kombinasi buah dan sayuran dari Re.juve yang memiliki ragam pilihan rasa.
"Di Re.juve, kami meyakini perlunya pola makan seimbang sebagai bagian penting dalam pola hidup sehat. Jadi, dengan konsumsi buah dan sayur seperti pada metode flexitarian, kami nilai sebagai pola konsumsi yang paling ideal," kata CEO dan Presiden Direktur Re.juve, Richard Anthony.
Baca Juga: Diet Vegan Rendah Lemak & Tinggi Karbohidrat Justru Cepat Menurunkan BB!
Lebih lanjut, dia mengakui bahwa pihaknya akan terus berkomitmen dengan mempermudah konsumen dalam memulai proses meningkatkan konsumsi sayur dan buah harian, sehingga konsumen dapat mendapatkan 100% nutrisi alami dari sayur dan buah.
"Sebagai merek yang konsisten menyediakan asupan nutrisi berkualitas bagi masyarakat melalui produk makanan dan minuman sehat. Harapannya, masyarakat dapat terus tergerak untuk memiliki gaya hidup yang sehat dan berkelanjutan melalui konsumsi nutrisi seimbang," tuturnya.
Berita Terkait
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Apa Itu Gangguan Tiroid? Bikin Diet Gagal Terus!
-
Apa Itu Gangguan Tiroid? Bikin Diet Gagal Terus!
-
Lebih dari Sekadar Sehat, Kini Nutrisi Tubuh Bisa Dipantau dengan Data Secara Akurat
-
5 Terapi Obesitas yang Mulai Banyak Digunakan, dari Diet hingga Balon Lambung
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh