Suara.com - Diet ternyata tak hanya bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Beberapa diet tertentu juga ternyata punya manfaat untuk kesehatan jantung. Di antaranya diet tinggi serat, lemak sehat, dan antioksidan. Berikut 6 diet terbaik untuk kesehatan jantung yang perlu Anda ketahui, seperti dilansir dari Healthline, Sabtu (5/12/2020).
1. Diet Mediterania
Diet Mediterania didasarkan pada pola makan tradisional orang-orang yang tinggal di Yunani dan Italia Selatan selama tahun 1960-an. Secara umum, diet ini menekankan pada makanan utuh yang diproses minimal, termasuk biji-bijian, kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan, sayuran, polong-polongan, ikan, dan minyak zaitun extra virgin. Ini juga termasuk unggas, telur, produk susu rendah lemak, dan anggur merah dalam jumlah sedang.
Selain itu, diet ini juga membatasi atau menghilangkan gula tambahan, karbohidrat olahan, makanan ringan yang diproses secara berlebihan, dan daging merah serta olahannya.
Sejumlah penelitian mengaitkan diet Mediterania dengan penurunan risiko penyakit jantung, serta faktor risiko penyakit jantung seperti kadar kolesterol dan trigliserida tinggi, obesitas, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi.
Satu tinjauan dari 11 studi menemukan bahwa mengikuti rencana makan mediterania mengurangi risiko keseluruhan kejadian penyakit jantung dan kematian sebesar 40%.
2. Diet DASH
DASH adalah singkatan dari Dietary Approaches to Stop Hypertension. Diet ini dirancang untuk membantu mencegah dan mengobati hipertensi, atau tekanan darah tinggi, yang juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Seperti diet Mediterania, diet DASH tidak mengharuskan adanya daftar makanan yang ketat.
Sebaliknya, diet ini merekomendasikan jumlah kelompok makanan tertentu berdasarkan kebutuhan kalori Anda, dengan fokus pada biji-bijian, buah-buahan, sayuran, produk susu rendah lemak, dan daging tanpa lemak sambil membatasi daging merah, biji-bijian olahan, dan gula tambahan.
Selain itu, disarankan agar Anda membatasi asupan natrium hingga 1 sendok teh (2.300 mg) per hari - dan versi garam rendah tidak boleh lebih dari 3/4 sendok teh (1.500 mg) per hari.
Bagi individu dengan tekanan darah tinggi, mengurangi asupan natrium telah terbukti secara signifikan mengurangi tekanan darah, terutama bila dikombinasikan dengan diet DASH. Namun, penelitian menunjukkan bahwa efek ini kurang signifikan di antara orang dengan tingkat tekanan darah normal.
Baca Juga: Benarkah Jantung Anda Sehat? Ketahui dengan Mengukur Detak Jantung Sendiri!
Penekanan diet pada makanan berserat tinggi, seperti biji-bijian dan sayuran, dan menghilangkan tambahan gula dan lemak jenuh juga dapat berkontribusi pada efek kesehatan jantung.
Penelitian juga menunjukkan bahwa diet DASH mengurangi faktor risiko penyakit jantung seperti tekanan darah, obesitas, lingkar pinggang, kadar kolesterol, dan resistensi insulin.
Tinjauan umum dari 7 ulasan mengaitkan diet DASH dengan 20% penurunan risiko penyakit jantung, 19% penurunan risiko stroke, dan 18% penurunan risiko diabetes tipe 2.
3. Diet vegan dan vegetarian
Pola makan vegan dan vegetarian adalah pola makan yang menghilangkan semua daging, termasuk unggas, daging merah, dan ikan. Beberapa vegetarian memasukkan sumber produk hewani seperti telur dan susu. Namun, para vegan secara ketat menghindari semua bahan yang berasal dari hewani, termasuk susu, telur, bee pollen, madu, dan gelatin.
Diet ini lebih menekankan pada buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, lentil, produk kedelai, biji-bijian, kacang-kacangan, biji-bijian, serta minyak dan lemak nabati.
Proporsi makanan nabati yang tinggi ini memberi pola makan vegan dan vegetarian beberapa manfaat kesehatan. Misalnya, diet ini sering kali kaya serat, antioksidan, dan senyawa anti-inflamasi, yang semuanya membantu kesehatan jantung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia