Suara.com - Seseorang yang terserang stroke bisa mengalami kelumpuhan pada sebagian organ tubuhnya. Namun masalah kelumpuhan itu bisa diatasi bahkan kembali normal jika pasien segera melakukan pengobatan atau rehabilitasi pasca-stroke.
Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitas Medis dr. Rezky Ahmad Sp. KFR menyampaikan bahwa rehabilitasi pasca-stroke penting dilakukan agar pasien bisa beraktivitas secara optimal.
"Semakin cepat lakukan rehab dan makin banyak dukungan dari keluarga, kita juga bisa mulai dari awal. Sehingga bisa mencegah disabilitas yang terjadi pasca-stroke," kata dokter Rezky dalam talkshow bersama Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, Selasa (8/12/2020).
Kata dokter Rezky, pasien yang terlambat melakukan rehabilitas akibatnya akan mengalami keterbatasan fungsi tubuh dan membuat kesehatan semakin memburuk.
"Contohnya pasien yang alami keterbatasan gerak, sulit bicara, artinya dia sudah tidak bisa beraktivitas secara mandiri lagi. Aktivitas sehari-hari terbatas," tambah dokter Rezky.
Ia melanjutkan, semakin pasien tidak mampu bergerak dan beraktivitas, itu artinya kondisi kesehatannya semakin memburuk.
"Itu akibat tidak mampu berkomunikasi, depresi, stres, tidak makan cukup, tidak mampu jaga kesehatan optimal itu akan mudah pasien terkena penyakit lainnya," papar dokter Rezky.
Jika kondisi tersebut terus berlanjut lama, maka kemungkinan pasien mengalami kesehatan yang berat akan terjadi. Risiko terburuk, kata dokter Rizky, adalahmeninggal dunia akibat masalah kesehatan lain yang sebenarnya tidak langsung berkaitan dengan stroke.
"Tapi diakibatkan disabilitas pasca-stroke," imbuhnya.
Baca Juga: Rutin Konsumsi Minyak Zaitun, Bisa Cegah Stroke Hingga Kanker
Oleh sebab itu dokter Rezky menyarankan agar pasien sebaiknya lakukan rehabilitasi setelah pengobatan stroke selesai. Menurutnya, kebanyakan rehabilitasi pasca-stroke di beberapa rumah sakit bisa menggunakan biaya BPJS Kesehatan.
Selain itu, umumnya latihan yang diberikan selama proses rehab merupakan gerakan aktivitas sehari-sehari yang bisa diulang sendiri di rumah.
"Justru kita akan menganjurkan ke pasien latihan-latihan ringan yang bisa dilakukan di rumah. Karena latihan yang konsisten dan sering itu yang membantu percepat rehabilitasi," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian