-
Defisit APBN per Okt 2025 capai Rp479,7 T (2,02 persen PDB).
-
Pendapatan negara Rp2.113,3 T, lebih kecil dari belanja Rp2.593 T.
-
Menkeu Purbaya: Defisit di batas aman, APBN dikelola hati-hati.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa boleh saja terlihat agresif dengan berbagai kebijakan fiskal populisnya belakangan ini. Namun, di balik gaya tancap gas tersebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per 31 Oktober 2025 mencatatkan defisit yang signifikan, mencapai Rp479,7 triliun.
Defisit ini setara dengan 2,02 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Meskipun angkanya berada dalam batas aman yang ditetapkan undang-undang, realisasi ini mengonfirmasi bahwa pengeluaran negara jauh lebih besar daripada penerimaan yang berhasil dihimpun.
"Defisit APBN per 31 Oktober 2025 tercatat sebesar Rp479,7 triliun atau 2,02 persen dari PDB. Angka defisit ini berada dalam batas aman dan terkendali," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025).
Data Kemenkeu menunjukkan kesenjangan masif antara Pendapatan Negara dan Belanja Negara hingga akhir Oktober 2025. Secara rinci pendapatan negara yang terkumpul (Rp2.113,3 triliun) sebagian besar ditopang oleh Penerimaan Pajak (Rp1.459 triliun), disusul Kepabeanan dan Cukai (Rp249,3 triliun), dan Penerimaan Negara Bukan Pajak/PNBP (Rp402,4 triliun).
Di sisi pengeluaran, Belanja Negara (Rp2.593 triliun) dialokasikan untuk Belanja Pemerintah Pusat (Rp1.879,6 triliun) dan Transfer ke Daerah (Rp713,4 triliun). Purbaya menegaskan, belanja ini diprioritaskan untuk menjaga daya beli, mendukung infrastruktur, dan mengawal reformasi struktural.
Meskipun Purbaya mengklaim pengelolaan APBN dilakukan secara hati-hati (prudent), defisit yang terjadi mengerek Keseimbangan Primer indikator kemampuan negara membayar bunga utang tanpa menambah utang baru yang juga tercatat defisit sebesar Rp45 triliun.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Lalamove Tebar BHR dan Jaminan Sosial buat Mitra Driver
-
Deal Prabowo-Trump! RI Tak Bisa Pajaki Google, Netflix Hingga Meta
-
Modal Rp300 Ribu, Wanita Ini Sukses Bangun Pilar Ekonomi Keluarga
-
Trump 'Ngamuk' Lagi! Tarif Global 10% Menanti, RI Mulai Pasang Kuda-kuda
-
Prabowo Deal! Produk AS Tak Perlu Sertifikasi Halal Masuk ke RI
-
Simalakama Tarif Trump, Apa Kabar Indonesia?
-
Harga Bitcoin Tertekan Pekan Ini, Analis Ungkap Alasannya
-
Frekuensi Transaksi Harian BEI Pecah Rekor Pekan Ini
-
OJK Siapkan Tanda Khusus Bagi Emiten Tak Penuhi Free Float, Paksa Transparansi atau Delisting?
-
Seskab Teddy Ngambek ke Menteri Rosan Gegara Cuma Jadi 'Pajangan' saat Konpres Perjanjian Dagang