Suara.com - Lari merupakan jenis olahraga yang sangat mudah dilakukan kapan saja dan di mana saja. Di sisi lain lari juga menjadi olahraga yang menyenangkan karena dapat dilakukan bersama-sama.
Olahraga lari selain mudah dilakukan, sangat memberi banyak manfaat bagi tubuh. Pasalnya, berlari sangat baik bagi organ-organ tubuh dan otak manusia.
Berikut ini adalah beberapa manfaat lari bagi tubuh manusia, seperti yang telah Suara.com kutip di Active.com.
1. Lari meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Lari sangat baik bagi tubuh manusia. Berkat lari, sistem kekebalan tubuh seseorang akan meningkat. Selain itu, penelitian menunjukkan lari juga meningkatkan fungsi paru-paru serta menurunkan risiko terjadinya penggumpalan darah pada tubuh.
2. Mencegah berbagai penyakit
Berlari selain baik untuk organ-organ tubuh, juga berguna untuk mecegah berbagai penyakit. Bagi perempuan, berlari dapat menurunkan risiko kanker payudara. Selain itu, lari juga berguna mencegah berbagai penyakit lain seperti stroke, diabetes, tekanan darah tinggi, serangan jantung, osteoporosis, dan lani-lain.
3. Berlari menurunkan berat badan
Lari sangat berguna untuk membakar kalori dalam tubuh. Ketika berlari, kalori terbakar setiap menitnya. Hal ini sangat membantu untuk menurunkan berat badan.
4. Lari meningkatkan kepercayaan diri
Tidak hanya dari segi fisik, berlari juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan kepercayaan diri. Biasanya ketika berlari kita akan menentukan jarak tempuh yang akan diperoleh. Ketika kita berhasil menempuh jarak tersebut, tentu saja akan membangun kepercayaan diri.
5. Menghilangkan stres
Stres dapat sangat mengganggu kehidupan sehari-hari. Berlari rupanya dapat menghilangkan stres. Dengan berlari, seseorang akan membuaang energi dan hormon yang berlebih. Hal itu membuat tubuh menjadi lebih rileks dan tidak memiliki beban.
6. Berlari menghilangkan depresi
Depresi berbeda dengan stres. depresi merupakan gangguan yang mungkin lebih berbahaya karena otak bisa saja berhenti untuk berpikir. Hal itu karena banyaknya beban yang terdapat dalam otak.
Baca Juga: Jadi Korban Tabrak Lari, Jasad Pria Dibiarkan Tergeletak di Tol Merak
Selain itu, depresi terkadang membuat seseorang tidak mau keluar ruangan karena ketakutannya akan banyak hal. Oleh karena itu, berlari akan membantu seseorang mendapatkan keinginan untuk melihat dunia luar sehingga rasa depresi bisa hilang. (Penulis: Fajar Ramadhan)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak