Suara.com - Sekelompok tim peneliti Venderbilt menemukan bahwa memblokir jalur persinyalan tertentu dapat meningkatkan kekebalan antitumor dan mengurangi risiko pertumbuhan tumor serta metastasis (berkembang ke bagian lain).
Peneliti menemukan cara ini pada model kanker payudara dan melanoma atau kanker kulit.
Temuan yang terbit dalam jurnal Cancer Immunology Research ini menambah pengetahuan mekanistik dan dukungan untuk potensi terapeutik obat yang saat ini sedang dalam uji klinis berbagai jenis kanker.
Melansir Medical Xpress, studi tersebut berfokus pada interaksi yang kompleks antara faktor pemberi sinyal dan sel sistem kekebalan dalam lingkungan mikro tumor.
Untuk tumbuh dan bertahan hidup, tumor harus menghindari respons kekebalan tubuh terhadapnya.
Salah satu cara tumor melakukannya adalah dengan mengeluarkan beberapa faktor untuk mengumpulkan sejumlah sel, yakni sel penekan turunan myeloid (MDSC), yang berasal dari sumsum tulang.
Sel MDSC ini juga dapat menekan respons imun yang diperantai sel T atau sel kekebalan tubuh.
Ann Richmond, Ph.D., Profesor Ingram Penelitian Kanker dan profesor Farmakologi, dan timnya telah lama mempelajari faktor kemokin (bagian dari sistem kekebalan) yang disekresi tumor dan reseptornya di MDSC, khususnya reseptor CXCR2.
CXCR2 adalah reseptor kemokin kunci yang terlibat dalam pergerakan MDSC ke dalam tumor yang sedang berkembang dan sebelum bermetastasis.
Baca Juga: Vaksin Covid-19 Diprediksi Bisa Beri Kekebalan Selama 90 Hari
"Kami berhipotesis jika kami dapat menargetkan CXCR2 dalam sel myeloid, kami mungkin dapat membatalkan perjalanan MDSC ke mikro tumor sehingga meningkatkan respons kekebalan terhadap tumor yang sedang berkembang," jelas Richmond.
Para peneliti yang dipimpin oleh Jinming Yang, Ph.D., dan Chi Yan, Ph.D., instruktur penelitian di Farmakologi, melakukan hal itu.
Mereka menggunakan tikus untuk menghapus gen CXCR2 dalam sel myeloid tikus. Kemudian, mereka mempelajari perkembangan tumor dari sel kanker payudara atau melanoma yang mereka tanam pada tikus.
Hasilnya, mereka menemukan penurunan tingkat pertumbuhan tumor dan metastasis untuk kedua jenis tumor pada tikus yang kehilangan CXCR2 di sel myeloid.
"Hasil akhirnya adalah kekebalan antitumor yang lebih kuat menekan pertumbuhan tumor dan metastasis," kata Richmond.
Menurut Richmond, hal terpentingnya adalah penggunaan pemberian obat sistemik yang memblokir reseptor CXCR2 menghasilkan efek sama terhadap tumor yang ditanamkan pada tikus kontrol.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala