Suara.com - Menjaga kesehatan jiwa sama pentingnya dengan mengupayakan kesehatan fisik. Situasi Pandemi Covid-19 juga telah terbukti mempengaruhi psikis manusia, tak hanya fisik.
Penelitian dari Universitas Indonesia (UI) menemukan bahwa 66,3 persen masyarakat mengalami kebosanan akibat kondisi wabah virus corona. Selain itu, 39,2 persen mengalami depresi; 57 persen merasa cemas; 42,4 persen merasa kesepian; dan 28 persen jadi lebih mudah marah.
Survei itu dilakukan terhadap 2.000 responden di Jawa dan Bali selama Maret-Desember 2020. Spesialis Kesehatan Jiwa dr. Gita Anindyajati, Sp. KJ., mengatakan, karena itu penting untuk memelihara kesehatan jiwa agar tidak mempengaruhi kesehatan fisik.
Terkait pandemi Covid-19, Gina mengatakan bahwa perasaan bosan yang paling banyak dialami para responden, ditambah dengan kemampuan untuk mengendalikan diri menjadi prediktor terhadap ketaatan menjalan protokol menjaga jarak.
"Jadi memang diperlukan kemampuan seseorang untuk mengendalikan dirinya untuk tetap mempertahankan ketaatan protokol jaga jarak. Ditambah lagi dengan adanya penerapan regulasi yang konsisten. Jadi kita berusaha sebagi masyarakat, pemerintah juga menerapkan regulasi yang konsisten," kata Gina dalam konferensi pers virtual, Senin (21/12/2020).
Bosan sebenarnya sensasi yang dirasakan seseorang ketika beranggapan bahwa tidak ada yang menarik dalam kehidupannya, lanjut Gina. Oleh karena itu, agar tidak merasakan bosan perlu mencari hal yang baru atau merancang ulang sesuatu yang menyenangkan dan disukai.
"Hal-hal di atas bisa kita cari dari situasi kehidupan kita sehari-hari. Misalnya mengubah tata letak ruangan yang ada di rumah, ganti taplak meja, ganti seprai, melakukan hal yang menyenangkan di rumah atau di lingkungan dekat rumah. Yang perlu diingat, ketika mencari kesenangan di luar rumah, maka tetap perlu taat pada protokol kesehatan," paparnya.
Hal lain dengan menciptakan kebiasaan baru atau hobi baru. Mulai dari hal kecil, seperti kebiasaan memasak sendiri di rumah, merapikan rumah, atau aktivitas lainnya yang sesuai dengan kepribadian dan keminatan masing-masing, saran Gina.
Sementara untuk mengatasi perasaan kesepian, Gina mengatakan, hal itu perlu diubah menjadi rasa nyaman terhadap diri sendiri dengan mencari atau membuat sesuatu untuk menemani.
Baca Juga: Pakar Ungkap Masalah Kesehatan Jiwa yang Timbul Gegara Pandemi, Apa Saja?
"Gak harus dalam bentuk orang, tapi sesuatu yang bisa bikin tenang ketika ada hal tersebut" ujarnya.
Penting juga untuk meningkatkan kualitas intrapersonal dengan orang disekitar, lanjutnya. Upaya itu agar diri bisa merasa nyaman dengan lingkungan tempat tinggal.
"Sehingga tidak perlu jauh mencari sesuatu yang baru. Tapi bisa menciptakan sesuatu yang baru dari hal terdekat," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari