Suara.com - Ada lebih banyak bukti bahwa mengganti daging merah dengan makanan nabati dapat bermanfaat bagi kesehatan Anda.
Bahkan, sebuah studi baru, berdasarkan pengamatan selama 30 tahun, telah membuktikan bahwa mengganti daging merah dengan protein nabati dapat membantu menjaga kesehatan jantung Anda.
Studi yang diterbitkan oleh The BMJ, menunjukkan bahwa mengganti daging merah dengan makanan nabati berkualitas tinggi, seperti kacang-kacangan, atau kedelai dapat dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung koroner (PJK).
Studi tersebut juga menunjukkan bahwa mengganti total konsumsi daging merah dengan biji-bijian dan produk susu, dan daging merah olahan dengan telur, juga dapat mengurangi risiko ini.
“Ada banyak penelitian yang menjauh dari pola makan daging merah, lebih berfokus pada pola makan nabati,” ujar ahli jantung, dr. Anjali Dutta di New York-Presbyterian Medical Group Queens seperti dilansir Healthline, Selasa (22/12/2020).
“Telah ada penekanan pada diet Mediterania, yang menekankan pada kacang-kacangan, lebih sedikit pada karbohidrat. Studi ini benar-benar hebat dalam menunjukkan manfaat pola makan nabati dan efek jantung serta pengurangan risiko,” lanjut kata dia.
Meskipun studi tersebut berfokus pada pria di Amerika Serikat, kemungkinan temuan ini juga berlaku untuk wanita, berdasarkan temuan dari studi lain.
Meskipun ini bukan penelitian baru, karena kita telah lama mendengar tentang pola makan nabati dan Mediterania selama bertahun-tahun, penelitian ini memberikan wawasan baru.
“Meskipun banyak penelitian mengenai topik ini, makalah ini bertujuan untuk meneliti faktor-faktor penting lainnya seperti jumlah daging merah yang dikonsumsi dan apakah daging tersebut diproses,” terang ahli diet, Nicole Roach, RD, CDN di Lenox Hill Hospital, New York.
Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Daging Ayam di Palembang Kembali Meroket
Studi tersebut juga menyimpulkan bahwa untuk setiap satu porsi per hari, total daging merah dikaitkan dengan risiko penyakit jantung koroner 12 persen lebih tinggi.
Risiko 11 persen lebih tinggi terlihat untuk daging yang tidak diolah, dan daging merah olahan memiliki risiko 15 persen lebih tinggi.
Asupan satu porsi per hari dari sumber protein nabati gabungan, yang meliputi kacang-kacangan, polong-polongan, dan kedelai, dikaitkan dengan risiko penyakit jantung koroner 14 persen lebih rendah.
“Asupan protein nabati berkualitas tinggi seperti kacang-kacangan, polong-polongan, serta biji-bijian dan produk susu, menunjukkan tambahan penurunan risiko penyakit jantung,” jelas Roach.
Dia menambahkan bahwa memilih opsi nabati daripada daging merah dapat membantu mengurangi jumlah lemak jenuh, kolesterol, dan zat besi, yang dapat menjaga kesehatan jantung.
“Pilihan nabati juga meningkatkan asupan lemak tak jenuh, serat, antioksidan, polifenol - yang semuanya dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung, mengurangi kolesterol jahat, atau meningkatkan fungsi pembuluh darah jantung,” tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
Terkini
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!