Suara.com - Ada banyak insiden di luar dugaan yang terjadi sepanjang 2020, dan yang paling berpengaruh adalah pandemi virus corona Covid-19.
Perkembangan informasi dari peristiwa tersebut juga memunculkan beragam berita palsu yang membuat masyarakat panik.
Untuk mengingat kembali, berikut beragam hoaks kesehatan yang menyebar sepanjang 2020:
1. WHO sebut vaksin Sinovac paling lemah
Informasi beredar di media sosial baru-baru ini tentang Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut vaksin Covid-19 buatan Sinovac, CoronaVac, memiliki respon imun paling rendah dibanding vaksin lainnya.
Namun, nyatanya ini adalah informasi palsu.
Melansir laman Kominfo, hingga kini tidak ada dokumen atau informasi resmi dari WHO yang membandingkan respon imunitas dalam 10 kandidat vaksin Covid-19.
2. Thermo gun bisa merusak otak
Sejak pandemi virus corona terjadi, beberapa alat kesehatan menjadi hal umum yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat, salah satunya thermo gun.
Baca Juga: Kebanyakan Minum Teh Bisa Timbulkan Dampak pada Kesehatan, Apa Saja?
Alat pendeteksi suhu ini digunakan di hampir semua toko atau fasilitas umum setelah bukti menunjukkan salah satu gejala Covid-19 adalah demam.
Alat ini pun tak luput dari hoaks, yang menyebut thermo gun dapat merusak sel otak.
Tapi, informasi ini jelas menyesatkan. Dilansir Pesa Check, alat ini sebenarnya tidak memancarkan energi dan radiasi.
Sebaliknya, tubuh manusia lah yang memancarkan radiasi inframerah yang diserap oleh thermo gun, kemudian alat tersebut menginterpretasikannya dalam bentuk suhu.
3. Merokok mengurangi risiko infeksi Covid-19
Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah membantah disinformasi ini pada Mei lalu. Sebaliknya, perokok justru lebih rentan terinfeksi virus corona daripada yang tidak merokok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS