Health / konsultasi
M. Reza Sulaiman
Vaksin Pfizer. (Anadolu Agency/Tayfun Co┼čkun)

Suara.com - Pemerintah Meksiko mengambil langkah serius dalam penanganan pandemi Covid-19. Mulai hari ini, Meksiko akan memberikan vaksin gratis kepada 439.000 orang setiap minggunya.

"Sebanyak 439 ribu akan divaksinasi setiap minggu di 32 negara bagian," kata Wakil Menteri Kesehatan Hugo Lopez-Gatell mengatakan saat konferensi pers.

Menurut dia, total 87.000 orang telah divaksinasi sejak negara menerima vaksin Pfizer / BioNTech.

Semua tenaga kesehatan akan divaksin pada akhir Januari.

Baca Juga: Kadernya Ada yang Menolak, PDIP Pastikan Dukung Vaksin Covid-19

Pada 5 Januari, sebuah perjanjian ditandatangani antara pemerintah Meksiko dan Pfizer untuk 34,4 juta dosis vaksin, yang akan diberikan kepada 17 juta orang.

Komisi Federal untuk Perlindungan Terhadap Risiko Sanitasi (COFEPRIS) tengah mempertimbangkan untuk mengizinkan penggunaan darurat vaksin Sputnik V yang dikembangkan oleh Rusia.

Negara Amerika Tengah itu telah melaporkan lebih dari 1,5 juta kasus Covid-19, termasuk lebih dari 135.000 kematian.

Terlebih, Meksiko menjadi negara selanjutnya yang melaporkan kasus Covid-19 dari varian baru virus Corona.

Pejabat kesehatan Meksiko mengatakan bahwa temuan kasus infeksi virus corona varian baru itu menambahkan lapisan baru keprihatinan pada wabah nasional yang sudah parah.

Baca Juga: Pasca Vaksinasi Covid-19 di Istana, Begini Kondisi Rais Syuriah PBNU

Konfirmasi dari varian baru virus corona yang sangat menular menandai pertama kalinya virus itu ditemukan di Meksiko, yang merupakan salah satu negara yang mengalami pandemi COVID-19 dengan jumlah kematian tertinggi keempat secara global.

Seorang pria Inggris berusia 56 tahun yang terbang pada 29 Desember dari Mexico City ke kota Matamoros, tepat di sebelah selatan perbatasan Amerika Serikat-Meksiko, dinyatakan positif terjangkit varian baru virus corona tersebut.

Hal itu disampaikan oleh para pejabat kesehatan negara bagian dan nasional Meksiko pada Minggu (10/1).

Pria Inggris itu tiba di ibu kota Meksiko sehari sebelumnya dalam penerbangan dari Amsterdam, kata kepala epidemiologi kementerian kesehatan Meksiko Jose Luis Alomia, pada konferensi pers reguler pemerintah.

Alomia menjelaskan bahwa setibanya di Matamoros, pria Inggris itu tidak menunjukkan gejala COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Namun, pria itu tetap dinyatakan positif setelah menjalani tes kedua pada 31 Desember.

Komentar