Suara.com - Setelah 10 bulan dilanda pandemi Covid-19, hingga saat ini tercatat kurang lebih 882.000 kasus Covid-19 tercatat di Indonesia. Laporan terakhir menunjukkan kenaikan sebanyak 12.818 kasus dalam waktu 24 jam. Selama masa pandemi ini, kita juga banyak mendengar isu dan mitos seputar Covid-19, baik mengenai gejala, penanganan, hingga pengobatan. Namun bagaimana kebenarannya?
Simak penjelesan dari dokter spesialis penyakit dalam, dr. Jimmy Tanradynata, Sp. PD, dalam webinar di Instagram berikut ini.
1. Minyak kayu putih
Pada awal-awal masa pandemi, kita sering mendengar info bahwa eukaliptus yang terkandung dalam minyak kayu putih ampuh menangkal Covid-19. Meski begitu, uji pada makhluk hidup secara langsung belum menunjukkan bukti mengenai hal tersebut. Oleh karena itu, penggunaan eukaliptus atau minyak kayu putih tidak bisa dipastikan menangkal Covid-19.
Selain itu Jimmy mengatakan, penggunaan minyak kayu putih yang ditaburkan ke masker dapat berpotensi mengikis lapisan masker sehingga menjadikannya tidak efektif. Ia menyarankan agar pemakaian minyak kayu putih hanya untuk dibalurkan, dan bukan untuk masker.
2. Obat kumur
Obat kumur juga menjadi perbincangan dapat mencegah Covid-19. Obat kumur yang mengandung chlorhexidine, flavonoid, dan minyak esensial diyakini dapat membunuh virus di dalam air liur orang yang terinfeksi sehingga dapat mengurangi jumlah virus yang berkembang biak di dalam tubuh.
Padahal, hal itu tidak benar. Berdasarkan keterangan Jimmy, obat kumur mungkin bisa membunuh virus, tetapi tidak bisa setiap saat dilakukan.
“Kan enggak mungkin setiap saat orang kumur-kumur, jadi memang yang paling benar itu patuhi protokol kesehatan 3M, “ tuturnya pada siaran langsung bersama motherbabyind, Jumat (15/01/2021).
3. Kunyit, jahe, danatau herbal lainnya
Selain minyak kayu putih dan obat kumur, penggunaan bahan herbal seperti kunyit dan jahe sempat ramai karena dapat menangkal Covid-19. Kunyit, jahe, dan herbal lain pada dasarnya hanya berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh. Namun, bukan berarti seseorang yang mengonsumsinya tidak bisa terkena Covid-19.
4. Penggunaan hand sanitizer dapat membunuh bakteri baik
Jimmy mengatakan bahwa penggunaan hand sanitizer memang bisa membunuh semua virus, kuman, bakteri baik maupun jahat pada kulit. Namun, hal itu tidak ada bedanya dengan sabun mandi. Oleh karena itu, penggunaan hand sanitizer bukan berarti dapat membuat imunitas seseorang jadi menurun dan membuatnya mudah terkena penyakit.
Baca Juga: Cuap-cuap Anti Vaksin, Orang Ini Ciut Kena Semprot Warganet
Jimmy berharap agar masyarakat tidak termakan isu-isu yang berkembang. Hal yang utama untuk mencegah Covid-19 adalah dengan mematuhi protokol kesehatan atau 3M. Menurutnya, hal itu dinilai paling efektif untuk saat ini. Walaupun sudah ada vaksin, tetapi bukan berarti 3M diabaikan.
“Walaupun vaksin sudah ada, tetapi bukan berarti tidak bisa tertular. Tetap bisa, hanya saja virusnya enggak bekerja karena sudah ada antibodi. Namun, yang harus diperhatikan hal itu juga bisa menularkan untuk orang lain yang mungkin belum divaksin, jadi 3M tetap perlu, “ ucapnya. (Fajar Ramadhan)
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit