- Raditya Dika menambahkan bahwa orang tuanya juga sudah diberi susu Etawanesia agar merasakan manfaatnya.
- Berkat teknologi pengolahan modern, susu kambing kini bisa dinikmati tanpa rasa dan aroma yang mengganggu.
- Etawanesia menghadirkan susu kambing Etawa dalam bentuk bubuk, bebas bau amis, lebih mudah dicerna.
Suara.com - Bicara soal susu kambing Etawa, banyak orang langsung terbayang dengan bau prengus dan rasa yang amis.
Padahal, tidak semua produk susu kambing Etawa memiliki karakteristik tersebut.
Berkat teknologi pengolahan modern, susu kambing kini bisa dinikmati tanpa rasa dan aroma yang mengganggu.
Salah satunya adalah Etawanesia, yang menghadirkan susu kambing Etawa dalam bentuk bubuk, bebas bau amis, lebih mudah dicerna, dan cocok dikonsumsi setiap hari sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Menariknya, pentingnya asupan nutrisi alami seperti ini juga menjadi sorotan dalam salah satu episode podcast Raditya Dika bersama dr. Adrian Setiaji, Sp.KFR, seorang dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi medis.
Dalam episode bertajuk "Yang Males Gerak, Nonton Ini!" yang tayang pada 10 Oktober 2025, dr. Adrian membahas bagaimana metabolisme tubuh, daya tahan fisik, dan pemenuhan nutrisi yang tepat menjadi fondasi penting untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Tak heran jika belakangan ini Raditya Dika tampak konsisten mengundang berbagai praktisi kesehatan ke dalam podcast-nya.
Lewat pendekatan yang santai namun berbobot, ia mencoba membangun kesadaran publik akan pentingnya hidup sehat bukan hanya lewat olahraga, tetapi juga lewat pilihan asupan nutrisi harian yang lebih cerdas.
Ia menekankan bahwa rehabilitasi medis tidak hanya untuk pasien sakit, tetapi juga mencakup upaya preventif untuk menjaga tubuh tetap bugar, terutama melalui pola makan dan konsumsi nutrisi alami yang mudah diserap tubuh.
Baca Juga: Soimah Dicap Kebangetan! 'Ospek' Pacar Anaknya Tak Ada Ampun: Sampai Nangis
Pernyataan ini sejalan dengan visi Etawanesia yang menghadirkan susu kambing Etawa dalam bentuk bubuk sebagai sumber nutrisi alami yang mudah dicerna, tinggi kalsium, serta mendukung fungsi otot dan tulang sangat relevan dalam konteks gaya hidup aktif dan pemulihan fisik yang sehat.
"Dokter, apakah benar asam urat itu harus benar-benar segera diatasi?," tanya Raditya Dika.
Tanpa basa-basi, dr. Adrian membenarkan pertanyaan Raditya Dika.
"Kalau asam urat tidak dikontrol, bisa memicu peradangan di seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah. Artinya, risiko terkena penyakit jantung dan ginjal juga meningkat. Jadi jangan anggap sepele. Asam urat bisa jadi pintu masuk ke penyakit yang lebih berat kalau tidak ditangani dengan baik," jelas dr. Adrian.
“Kalau kadar asam urat tinggi, gejalanya biasanya nyeri di sendi, terutama jempol kaki. Sendi bisa bengkak, kemerahan, hangat, dan sakit banget. Pasienku banyak yang awalnya mengira cuma pegal biasa, ternyata asam urat. Bahkan ada juga yang kena di lutut atau jari-jari. Kalau masih tahap awal, bisa dicegah. Tapi kalau dibiarkan, bisa menyebabkan komplikasi serius,” lanjut dr. Adrian.
“Untung saja saya sudah menyediakan susu kambing Etawanesia, karena susu ini ternyata bisa mengatasi kadar purin yang tinggi penyebab asam urat,” jawab Raditya Dika.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin