Suara.com - Virus corona Covid-19 tidak hanya menyerang orang tua dan dewasa, tetapi juga balita. Baru-baru ini seorang perawat membagikan foto balita yang mengalami gejala virus corona Covid-19 cukup menyedihkan.
Balita itu bernama Little Bertie Roberts yang baru berusia 7 bulan dan baru-baru ini dinyatakan positif terinfeksi virus corona Covid-19.
Ibunya, Jade bekerja sebagai perawat di Bury St Edmunds, Suffolk, menyarankan para orangtua tidak perlu mengkhawatirkan gejala lain selain tanda utama infeksi virus corona Covid-19.
Wanita 34 tahun itu juga tidak pernah berpikir anaknya terinfeksi virus corona Covid-19 ketika mengalami ruam kulit. Bahkan dokter yang memeriksa kondisi anaknya mengira itu hanya reaksi alergi.
Jade pun bercerita bahwa anaknya sempat mengalami pilek sebelum menderita ruam kulit. Kemudian, ruam kulit anaknya perlahan menyebar ke pipi, telinga, lutut dan perutnya.
NHS menyatakan bahwa batuk terus-menerus baru, suhu tinggi serta hilangnya rasa dan bau (anosmia) adalah tiga tanda utama Covid-19. Jika, seseorang mengalami salah satu dari 3 gejala utama itu harus menjalani tes virus corona.
Sebelumnya, para ahli di balik aplikasi ZOE Symptom Tracker telah menyatakan bahwa anak-anak dapat mengalami gejala yang berbeda dengan orang dewasa.
Data dari aplikasi menunjukkan bahwa sebagian besar anak yang positif Covid-19 memiliki gejala seperti kelelahan, sakit kepala, demam, sakit tenggorokan dan kehilangan nafsu makan.
Para peneliti juga mengatakan 15 persen anak-anak yang positif Covid-19 juga mengalami ruam kulit yang tidak biasa. Setelah membawa Bertie ke dokter umum, Jade tidak yakin bahwa ruam itu alergi dan memutuskan anaknya menjalani tes virus corona.
Baca Juga: Ahli Sebut Klaim Varian Baru Virus Corona Lebih Mematikan Terlalu Dini
Meskipun ruam bukanlah gejala utama virus corona, penelitian sebelumnya menemukan bahwa ruam adalah gejala umum pada pasien virus coronaa yang datang ke rumah sakit Spanyol.
Jade pun membagikan kondisi anaknya melalui media sosial. Ia juga menyarankan orangtua lain juga untuk memperhatikan tanda-tanda ini pada anaknya.
Ruam adalah efek samping yang terkenal dari infeksi virus corona. Dr Michael Head di University of Southampton sebelumnya menyoroti bahwa tidak diketahui mengapa peradangan terjadi pada beberapa pasien Covid tetapi tidak pada yang lain.
"Seorang ahli dan kelompok ilmiah independen menyimpan daftar gejala Covid-19 di bawah peninjauan terus-menerus, karena pemahaman kita tentang virus terus berkembang," jelas uru bicara Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial dikutip dari The Sun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Orang Tua Waspada! Ini Tanda Gangguan Pertumbuhan pada Anak: Pengaruh Hingga Dewasa
-
Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya
-
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan
-
Gaya Hidup Sehat dan Aktif Makin Jadi Pilihan Masyarakat Modern Indonesia
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi