Suara.com - Penelitian oleh New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (NERVTAG) menunjukkan varian baru virus corona Covid-19 B.1.1.7 di Kent lebih mematikan daripada varian virus corona sebelumnya.
Temuan ini membantu mencari tahu penyebab kematian akibat virus corona di Inggris, meskipun sudah diberlakukan pembatasan sosial.
Karena varian baru virus corona yang lebih menular ini, seorang ahli epidemiologi di Amerika Serikat menyarankan masker yang lebih efektif mencegah penularan virus.
Eric Feigl-Ding, seorang epidemiologis dan ekonom kesehatan AS menyarannkan untuk penggunaan masker yang kuat dan efektif dalam menghadapi varian baru virus corona.
"Saya sudah mengatakan berbulan-bulan, bahwa kami perlu beralih ke mansker KN95, KF94 atau FFP2 Eropa secepatnya," kata Eric Feigl-Ding dikutip dari Express.
Eric Feigl-Ding telah menunjukkan beberapa penelitian tentang semua masker itu yang tingkat efektivitas filtrasinya sebesar 94 hingga 95 persen. Sejumlah penelitian pun telah mengakui kemanjuran masker ini.
Satu studi dalam jurnal medis Lancet, juga telah membandingkan tingkat penularan varian baru virus corona di 16 negara. Penelitian itu menemukan bahwa N95 dan masker bedah juga lebih kuat menangkal virus dibandingkan masker satu lapis.
Penelitian tahun 2013 juga mengakui masker bedah biasa 3 kali lipat lebih efektif mencegah penularan virus corona daripada masker kain.
Namun, studi terpisah oleh Duke University juga membandingkan kemanjuran masker yang berbeda dan menemukan masker N95 justru yang lebih efektif.
Baca Juga: Terungkap! Kasus Baru Covid-19 di Selandia Baru Adalah....
Sesuai dengan temuan Eric Feigl-Ding, masker N95 lebih sulit ditemukan di luar rumah sakit karena ketersediaannya yang belum banyak dan lebih dibutuhkan oleh petugas medis.
"Anda mungkin menemukan beberapa NIOSH N95 dari pengerjaan kayu, tetapi perhatikan bahwa sering kali masker tidak tahan cairan," jelasnya.
Feigl-Ding juga mengatakan dewan penasihat kesehatan di Jerman, Austria dan Prancis pun telah melarang penggunaan masker kain yang tidak efisien dalam mencegah penyebaran varian baru virus corona yang lebih mudah menular.
Berita Terkait
-
7 Masker Anti Polusi Terbaik untuk Menghindari Polusi Udara Jakarta
-
3 Jenis Masker untuk Melindungi Diri dari Polusi dan Kuman
-
Wuhan Promosikan Pariwisatanya, Warganet di Twitter Malah Ngamuk Ingat Awal Mula Virus Corona
-
Aksi Protes Pembatasan COVID-19 di China dan Penangkapan Jurnalis, Ribuan Massa Turun ke Jalan
-
Kasus Positif Covid-19 di RI Bertambah 6.699 Orang Pada Jumat Ini
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem